Dikabarkan, Kasus Bupati Aceh Tengah dan Wakilnya Ditangani Polda Aceh

Kantor Bupati Aceh Tengah. (Google)

Banda Aceh, Acehportal.com - Perseteruan antara Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dan Wakilnya, Firdaus berujung kepada pelaporan ke kepolisian. Diketahui, Shabela resmi melaporkan Firdaus terkait pengancaman dirinya ke Mapolres Aceh Tengah pada 27 Mei 2020 lalu.

Dalam pemberitaan Kantor Berita Antara, Kamis (4/6/2020) disebutkan, dasar pelaporan ini adalah penyerangan sekaligus ancaman pembunuhan terhadap Shabela yang dilakukan Firdaus.

Terkait wacana dan upaya damai dalam masalah ini yang terus diupayakan berbagai pihak, termasuk oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dirinya mengaku tetap mengapresiasi hal tersebut dan bersedia damai jika tanpa syarat apapun.

Jika perdamaian memang terwujud, kata Shabela kepada media tersebut, maka ia juga bersedia untuk mencabut kembali laporan polisi yang telah dibuat.

"Tapi Firdaus harus meminta maaf kepada saya lewat media," ucapnya yang menyebutkan salah satu syarat damai darinya.

Dalam hal ini, Shabela juga menyebut keinginannya agar proses damai itu dapat dilakukan secara adat dan juga dapat disaksikan oleh masyarakat di daerah itu.

"Secara kecil-kecilan, tanpa harus dihadiri Mejelis Adat," jelas Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar lagi.

Sementara, pada Selasa malam hingga Rabu dini, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah diketahui juga bertandang ke Pendapa Bupati Aceh Tengah dan menemui Shabela Abubakar untuk membicarakan upaya damai.

Nova juga bertemu Wakil Bupati, Firdaus di kediamannya. Namun, tampaknya upaya damai yang dilakukan oleh Nova tersebut belum membuahkan hasil.

"Ya butuh waktu, kita cooling down dulu," kata Nova Iriansyah usai pertemuan dengan Bupati Shabela di Pendopo Aceh Tengah," ungkap Nova Iriansyah.

Informasi yang diperoleh lainnya, saat ini kasus yang timbul antara kedua pemimpin daerah wilayah tengah Aceh itu telah ditangani Polda Aceh. Namun, belum diketahui sejak kapan kasus ini dilimpahkan dan ditangani.

Diketahui, kasus itu saat ini masih dalam penanganan lanjut dan sedang didalami pihak Dit Reskrimum Polda Aceh usai menerima pelimpahan kasus dari Aceh Tengah dengan melakukan proses verbal.

Seperti yang pernah terjadi sebelumnya dan hingga kini masih dalam penanganan yakni kasus Bupati Aceh Barat yang diduga menganiaya seorang warga serta Wakil Bupati Aceh Timur yang diduga menganiaya seorang perawat, Polda Aceh akan memanggil sejumlah saksi dalam perkara tersebut.

Untuk mengambil keterangan dan memeriksa seorang kepala daerah sebagai saksi, polisi terlebih dahulu meminta izin ke Presiden dengan mengirimkan surat untuk izin pemeriksaan. Hal ini pun dilakukan sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Diizinkan oleh Presiden atau tidak akan hal itu dalam waktu 60 hari, penyidik pun dapat langsung memanggil kepala daerah yang akan dimintai keterangan atau diperiksa.

Sementara terkait hal ini, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada serta Kabid Humas, Kombes Pol Ery Apriyono yang dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis sore, belum memberikan keterangannya.

Namun, Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito yang dikonfirmasi terpisah membenarkan hal ini. Dikatakan, kini kasus tersebut masih ditangani dan sedang didalami.

"Benar, sedang ditangani dan didalami," kata mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini secara singkat via Whatsapp.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...