Terkesan Dipermainkan, Ganti Rugi Lahan Masyarakat Gelanggang Merak Belum Ada Kepastian

Warga Dusun Gelanggang Merak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya memblokir pintu masuk PLTU 3-4, Rabu (3/6/2020). (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com - Puluhan warga Dusun Gelanggang Merak, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Kuala Pesisir, Nagan Raya kembali memblokir pintu masuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4. Sebab, ganti rugi lahan masyarakat sampai saat ini belum ada kepastian.

Berdasarkan hal itulah warga yang merasa kesal lalu memblokir pintu masuk dan pintu keluar PLTU 3-4 dengan menggunakan sebuah kursi panjang dan sebuah tangga bekas, untuk menahan sejumlah mobil keluar masuk yang sedang mengangkut timbunan untuk pembangunan PLTU 3-4 di Nagan Raya.

Diketahui, permasalahan yang terjadi di kawasan Dusun Gelanggang Merak itu bukan hanya terkait ganti rugi lahan masyarakat, namun populasi debu saat ini mulai bedampak buruk bagi warga yang bermukim di gampong tersebut.

"Kami masyarakat merasa sangat dirugikan saat ini, karena pengangkutan timbunan untuk pembangunan PLTU 3-4 membuat dampak buruk perekonomian masyarakat disini, sebab debu dari aktivitas tersebut kami yang berjualan dipinggir jalan sekarang bangkrut akibat sepi pengunjung," kata Yanti, salah seorang warga setempat, Rabu (3/6/2020).

Karena itu, katanya, masyarakat Dusun Gelanggang Merak menuntut perusahaan terkait untuk segera melakukan pembayaran ganti rugi lahan yang ke sekian kalinya. Karena, mereka merasa tidak nyaman lagi bermukim di gampong tersebut lantaran lingkungan perdesaan sudah tercemar udara kotor.

Sementara itu, keluhan yang sama juga disampaikan seorang warga setempat yakni Fakhrudin. Ia mengeluh pencemaran debu dari aktivitas pengangkutan untuk pembangunan PLTU 3-4 yang mana setiap harinya warga setempat terpaksa menghirup udara kotor itu.

Permasalahan lainnya, beberapa hari ini dirinya melihat aktivitas truk pengangkut tanah timbunan untuk pembangunan PLTU 3-4 tanpa ditutupi terpal, sehingga bongkahan tanah itu berserakan sepanjang jalan nasional dan hal itu membuat jalan menjadi kotor.

"Harusnya dibersihkan karena kalau hujan tanah itu jadi lumpur dan licin, sementara kalau panas jalan menjadi berdebu jadi masyarakat khawatir jika tidak dibersihkan karena akan membahayakan pengguna jalan," pungkasnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...