Polisi Tangkap Pasutri Atas Kasus Pembunuhan Seorang IRT di Langsa Tahun Lalu

Tim gabungan Sat Reskrim Polres Langsa dan Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap dua tersangka pembunuh yang merupakan pasangan suami-istri (pasutri). (Ist)

Langsa, Acehportal.com - Tim gabungan Sat Reskrim Polres Langsa bersama Dit Reskrimum Polda Aceh mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) yang terjadi pada 10 Desember 2019 lalu.

Pembunuhan ini terjadi di kawasan Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Langsa, dimana yang menjadi korban adalah Nurita, warga Gampong Seunebok Punti, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Pembunuhan tersebut pun motifnya karena para pelaku hendak menguasai dan mendapatkan keuntungan dari harta yang dimiliki korban. Tak ada unsur dendam atau lainnya ntara korban dan pelaku yang diketahui berteman.

Dalam kasus yang diselidiki sejak akhir tahun lalu ini sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP.A/95/XII/RES.1.7./2019/Reskrim tanggal 10 Desember 2019, diamankan dua orang tersangka yang merupakan pasangan suami-istri (pasutri).

"Mereka adalah SU (38) dan ID (46) yang merupakan warga Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur," ujar Kapolres Langsa, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan, pada 10 Desember 2019 lalu ditemukan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di kawasan Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama. Jasad malang itu ditemukan dalam keadaan membusuk serta terdapat luka tusuk di bagian leher dan dada.

"Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui korban yakni Nurita (43), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang merupakan warga Gampong Seunebok Punti, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang," kata Kasat dalam konferensi pers di Mapolres Langsa.

Usai melakukan serangkaian penyelidikan selama ini, polisi akhirnya menangkap tersangka pembunuhan yang berada di kawasan Gampong Lhok Bani, Kecamatan Langsa Barat, Langsa yakni SU dan istrinya ID, Senin (1/6/2020) kemarin.

Diketahui, tersangka SU sengaja menghilangkan nyawa Nurita pada 5 Desember 2019 lalu di kawasan Gampong Baroh Langsa, Kecamatan Langsa Lama yang dibantu oleh istrinya yakni ID.

Sebelum membunuh Nurita, tersangka SU dan ID membohongi korbannya dengan mengatakan bahwa ada seorang laki-laki yang hendak bertemu dan kencan dengannya. Padahal, hal itu hanyalah modus pelaku agar dapat melancarkan aksinya.

Setelah Nurita sepakat dan bertemu dengan kedua pelaku, korban pun dibawa keduanya menggunakan motor korban seolah-olah hendak menemui calon teman kencannya itu. Mereka berboncengan tiga menggunakan motor milik korban.

"Di perjalanan tepatnya di kawasan Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, korban yang saat itu sedang berbincang dengan tersangka ID dipukul di bagian kepala oleh tersangka SU menggunakan sebuah kayu, korban pun jatuh tersungkur," jelasnya.

Merasa ragu dengan pukulan itu, atas permintaan dan saran ID akhirnya SU lalu menusuk bagian leher dan dada korban sebanyak empat kali.

Hal ini dilakukan dengan sengaja agar korban meninggal dunia. Usai membunuh, keduanya pun mengambil harta benda yang ada di tubuh korban seperti emas, termasuk motor yang digunakan.

Sebelum pergi, tersangka sempat mengecek detak jantung korban dan dipastikan korban telah meninggal dunia. Keduanya pun mengubur jasad korban di dalam tanah yang telah digali sedalam 40 sentimeter yang sengaja dipersiapkan dua hari sebelumnya menggunakan cangkul dodos.

"Kedua tersangka pergi dari lokasi kejadian dengan membawa harta benda milik korban berupa gelang, cincin dan kalung emas serta handphone dan motor jenis Beat milik korban," kata Kasat Reskrim lagi.

Saat ini, kedua tersangka yakni SU dan ID diamankan di Mapolres Langsa untuk diproses lebih lanjut. Mereka pun dijerat Pasal 340 jo Pasal 365 Ayat 4 Jo Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan.

"Saat pelaku ditangkap, diamankan barang bukti dua unit handphone serta pisau yang digunakan untuk membunuh korban. Dalam pengembangan, petugas mengamankan barang bukti lain berupa dua unit motor jenis Beat (milik korban) dan Jupiter (milik pelaku) yang dibeli dari hasil penjualan emas, juga diamankan 10 gram emas lainnya," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...