Nuraini Ucap Syukur, Kasus Pengeroyokan Wartawan Akrim Dituntut 5 Bulan Penjara

Nuraini, ibu kandung terdakwa Akrim. (Ist)

Meulaboh, Acehportal.com - Nuraini, ibu kandung terdakwa Akrim merasa lega ketika mendengar kabar tuntutan yang diputuskan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Aceh Barat kepada empat terdakwa pengeroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar, wartawan Kantor Berita Antara Biro Aceh Barat dengan pidana lima bulan penjara.

Dirinya bersyukur atas apa yang diharapkan selama ini bahwa keadilan tersebut benar-benar berpihak kepadanya. "Dan mungkin ini juga berkat doa kami sekeluarga kepada Allah SWT," katanya, Rabu (3/6/2020).

Ia menambahkan bahwasanya publik juga tahu saudara Akrim tidak memukul Dedi Iskandar. Namun, dirinya mempertanyakan kenapa semua pihak menyoroti Akrim seolah-olah anaknya tersebut berbuat kesalahan besar. Ia pun tahu bahwa proses hukum anaknya merupakan kasus kriminal dan bukan kasus politik.

Seterusnya, lanjut Nuraini, menyangkut motif yang dilaporkan oleh Dedi Iskandar tentang pemberitaan di media yang sebenarnya itu murni motif pinjaman uang Akrim yang dipinjam oleh Dedi Iskandar tiga tahun lalu.

"Dan anak saya ada bukti- bukti dari pinjaman tersebut, mulai struk pengiriman dana, bukti percakapan via Whatsapp dan saksi waktu itu kakak kandungnya yang mengelola uang toko," ungkapnya.

"Saya merasa bersyukur karena majelis hakim sudah memberikan peradilan yang sangat adil dengan tuntutan terhadap anak saya Akrim selama lima bulan penjara," katanya lagi kepada Acehportal.com saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, Nuraini berharap dengan adanya kasus tersebut bisa membuahkan hikmah bagi kelanjutan hidup Akrim kedepan dan ketiga putranya yang kini masih balita.

"Pokoknya saat Akrim keluar dia harus menjadi manusia baru, harus bersih, semua ini jadi pembelajaran dia yang harus memikirkan bahwa apa yang dilakukan berdampak bagi anaknya dan saya yakin Akrim sudah belajar banyak Akan hal yang telah ia perbuat," ucapnya.

Sementara itu, untuk diketahui tuntutan tersebut dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum, Yusni Febriansyah dan Baron Siddiq pada persidangan Pengadilan Negeri Meulaboh Aceh Barat yang digelar Selasa (2/6/2020) kemarin terhadap keempat terdakwa yakni Akrim, Darmansyah Alias Kancah, T Herizal dan Umar Dani.

Sidang berlangsung secara dering tersebut dengan majelis hakim diketuai oleh Zulfadly dan didampingi oleh Muhammad Tahir dan Irwanto yang masing-masingnya sebagai anggota.

"Menyatakan kepada terdakwa Umar Dani, Darmansyah, T Herizal dan terdakwa Akrim terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan kekerasan terhadap korban Teuku Dedi Iskandar," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusni Febriansyah.

Selain itu, Yusni Febriansyah juga mengatakan bahwa tuntutan selama lima bulan kurungan dikurangi masa penahanan dan para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 170 Jo Pasal 55 KUHP.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...