Dampak Covid-19 Membuat Musisi Aceh Barat Ini Terpaksa Jual Alat Musik Demi Bertahan Hidup

Ketua Harian Komunitas Insan Musik Se-Pantai Barat Aceh, Nasruddin (kiri) ditemani rekannya, Harry Syahputra (kanan). (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com - Ketua Harian Komunitas Insan Musik Se-Pantai Barat Aceh, T Nasruddin mewakili para pekerja seni dan musik di Aceh Barat terpaksa menjual berbagai alat musik mereka demi bertahan hidup ditengah pandemi Covid-19 yang saat ini mulai mengancam perekonomian mereka.

"Demi bertahan hidup kami dan keluarga, semua alat musik yang ada kami jual semua, cuma itu yang bisa kami lakukan karena tidak bisa bekerja lagi dan untuk bertahan hidup ditengah wabah Corona yang belum diketahui kapan berakhirnya,' kata T Nasruddin, salah satu pekerja seni dan musik kepada Acehportal.com Senin (1/6/2020).

Sebagai Ketua Harian Komunitas Insan Musik Se-Pantai Barat Aceh ini, Nasruddin menaruh harapan kepada pemerintah agar memberikan solusi kepada komunitas pekerja seni sehingga mendapat pekerjaan atau penghasilan untuk ekonomi.

Pria yang akrab disapa Lem Ben ini, menyampaikan, kondisi ekonomi para pekerja seni sudah sangat sekarat, dampak dari kebijakan pemerintah dalam protokol penanganan dan pencehanan Covid-19 di Indonesia.

"Tidak boleh ada keramaian, tidak boleh pesta, sementara job kami hanya dari kegiatan seperti itu. Saya sudah lebih 30 tahun bergerak di bidang seni, baru kali ini merasakan dampak sangat sulit ekonomi," ungkapnya ditemani rekannya Harry Syahputra.

Sementara itu, ditambah lagi saat ini kondisi ekonomi keluarganya sangat sulit karena istrinya juga seorang biduan atau penyanyi di Aceh yang selalu mendampingi setiap kegiatan manggung atau show setiap acara pesta yang dimintakan masyarakat.

Nasruddin, mengaku pernah menerima Bantuan Lansung Tunai (BLT) senilai Rp 250 ribu yang merupakan bantuan sosial dari Pemerintah Daerah (Pemda). Akan tetapi, itu didapatkan sebelum lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Cuma Rp 250 ribu, mana mungkin bisa menghidupi lima orang anak di rumah. Kami para pekerja seni berharap pemerintah memberikan jalan untuk kami mendapatkan pekerjaan untuk bertahan hidup di tengah pandemi Corona," pungkasnya.

Pemerintah diharapkan mempertimbangkan terkait larangan kegiatan keramaian, sebab job seniman tersandung izin kegiatan keramaian. Sementara mall, pantai, pasar di Aceh, lanjutnya, semua ada kegiatan keramaian tetapi hanya komunitas seni terhenti.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...