Gasak Ratusan Voucher Operator Seluler, Residivis Narkoba Ditangkap

Barang bukti yang dicuri pelaku diamankan polisi. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Seorang residivis kasus narkoba berinisial PD (26), warga Gayo Lues menggasak ratusan voucher berbagai operator seluler di salah satu toko ponsel di Banda Aceh, Kamis (21/5/2020) dini hari.

Pelaku menggasak berbagai jenis voucher operator seluler dengan cara membongkar tempat usaha milik korban yakni Ernitawati (37) menggunakan alat bantu berupa linggis dengan ukuran panjang satu meter.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, selain kasus pencurian ratusan voucher berbagai operator seluler ini, pelaku juga mengambil barang berharga lainnya.

“Aksi kejahatan yang dilakukan PD terjadi Kamis dini hari yang keesokan harinya diketahui korban yang dihubungi tetangganya dan mengatakan bahwa pintu belakang ruko korban telah terbuka akibat dibongkar,” sebut Kapolsek.

Dizha menjelaskan, setelah mengetahui kejadian itu korban langsung mengecek terhadap keadaan tempat usahanya dan mengecek terhadap barang berharga miliknya. Ternyata, diketahui barang-barang tidur toko korban banyak yang telah hilang.

Selain ratusan voucher berbagai operator seluler, korban juga kehilangan ratusan bungkus rokok serta surat penting lainnya dan uang tunai sebesar Rp 5 juta.

Berdasarkan Laporan Polisi: LP.B/105/V/YAN.2.5 / SPKT tanggal 23 Mei 2020 tentang dugaan tindak pidana Pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPidana, Polsek Kuta Alam melakukan penyelidikan.

“Kami melakukan penangkapan terhadap pelaku PD di dalam kamar kosnya yang dihuni oleh pelaku dengan berbagai barang bukti ditemukan di kawasan Gampong Mulia Banda Aceh pada Minggu (24/5/2020) malam,” tambah Dizha.

Pelaku, lanjut Kapolsek, merupakan residivis kasus narkoba jenis ganja pada tahun 2017 dengan vonis dua tahun serta bebas pada akhir tahun 2019 kemarim dari LP Kutacane.

"Saat ini, PD mendekam di sel tahanan Polsek Kuta Alam Banda Aceh dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...