Personel Sat Lantas Polresta Banda Aceh Dianiaya, Polsek Kuta Alam Tangkap Pelaku

Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dhiza Fezuono bersama jajaran menunjukkan dua pelaku dan barang bukti. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Brigadir Givo Aulia Isnan (36) salah satu personel Sat Lantas Polresta Banda Aceh yang sedang bertugas dianiaya oleh dua pemuda yang mengendarai sepeda motor Supra X. Kedua pelaku itu pun diringkus personel Polsek Kuta Alam.

Keduanya berinisial MMA (20), warga Bener Meriah dan MRR (23), warga Aceh Besar. Dimana, mereka melakukan kekerasan secara bersama-sama di muka umum dan melawan petugas, Rabu (27/5/2020) siang kemarin.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, penganiayaan dilakukan saat korban sedang memeriksa kelengkapan kenderaan yang digunakan kedua pemuda itu.

"Korban saat itu sedang bertugas mengatur arus lalu lintas di kawasan pusat Kota Banda Aceh, tiba-tiba pelaku melintas menggunakan motor di jembatan Pante Pirak, namun tidak menggunakan helm bahkan tidak menggunakan masker seperti yang dianjurkan selama ini, korban berusaha untuk menghentikan laju kenderaannya," ucap Dizha, Kamis (28/5/2020).

Bukannya berhenti, kedua pemuda itu melarikan diri dan menjauhi petugas dengan menambah laju kecepatan kendaraan, sehingga korban merasa kecurigaan terhadap pelaku membawa barang terlarang.

"Korban berusaha mengejarnya, korban menghentikan kendaraan yang digunakan pelaku di jalan Tgk Diblang Gampong Lamdingin, Banda Aceh. Saat diperiksa surat kenderaan, tiba-tiba pelaku memukul korban dengan menggunakan helm dan selanjutnya rekan pelaku juga ikut membantu memukuli korban sehingga korban mengalami luka lebam di bagian leher," jelas Dizha.

Saat kejadian, warga yang melihat kejadian itu melapor ke Polsek Kuta Alam. Piket Polsek Kuta Alam langsung menuju ke lokasi kejadian dan meringkus kedua pelaku.

Korban, lanjut dia, melaporkan kejadian ke Polsek Kuta Alam atas kejadian tersebut  berdasarkan Laporan Polisi: LP.B/107/V/YAN.2.5/SPKT tanggal 27 Mei 2020 tentang dugaan tindak pidana melakukan kekerasan secara bersama-sama di muka umum dan melawan petugas, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 jo Pasal 212 KUHPidana.

"Unit Reskrim Polsek Kuta Alam melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku penganiayaan itu. Setelah diperiksa, keduanya dites urine dengan hasil MMA positif menggunakan narkotika jenis sabu,  sedangkan untuk pelaku MRR hasilnya negatif," ungkapnya.

Dalam kasus ini, polisi pun turut mengamanankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Supra X, sebuah helm merk GM serta satu keranjang ayaman bambu dan satu potongan triplek.

"Saat ini kedua pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Kuta Alam dan dijerat dengan Pasal 170 jo Pasal 212 KUHPidana serta diancam dengan pidana penjara paling selama lima tahun enam bulan," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:HukumPeristiwa

Komentar

Loading...