Sebanyak 1.370 penumpang dari Sumut Dilarang Masuk ke Aceh

Dir Lantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani memberikan keterangan kepada awak media. (Mulyadi/Acehportal.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - Sebanyak 1.370 penumpang dari 525 kendaraan kendaraan bermotor ditolak masuk ke Aceh sepanjang tiga hari terakhir untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Dir Lantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, para penumpang tersebut ditolak masuk di empat pintu perbatasan antara Aceh dengan Sumatera Utara.

"Sejak berlaku larangan angkutan masuk Aceh mulai Kamis lalu ada 1.370 penumpang ditolak masuk, sedangkan kendaraan yang diperintahkan putar balik mencapai 525 unit," kata Kombes Pol Dicky Sondani, Sabtu (23/5/2020).

Ia menjelaskan, sebanyak 505 penumpang dan 231 kendaraan ditolak masuk Aceh di hari ketiga larangan masuk ke Aceh. Dari 231 kendaraan bermotor tersebut, 170 unit di antaranya mobil pribadi dan 61 mobil angkutan umum.

Sedangkan hari kedua, sebanyak 131 kendaraan bermotor terdiri 84 mobil pribadi dan 46 mobil angkutan umum serta 267 orang diperintahkan putar balik ke Sumatera Utara.

Di hari pertama larangan masuk Aceh, sebanyak 163 kendaraan bermotor terdiri 82 mobil pribadi, 77 mobil penumpang umum, dan empat unit sepeda motor serta 601 orang penumpang tidak diperkenankan masuk Aceh.

Dicky menyebutkan, ada empat pintu perbatasan antara Aceh dan Sumatera Utara yang merupakan jalur darat untuk masuk yakni di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Singkil serta Subulussalam.

Dirinya pun menegaskan, semua angkutan umum baik penumpang maupun barang termasuk mobil pribadi dilarang masuk wilayah Aceh mulai 21 Mei 2020.

"Terhitung 21 Mei 2020 pukul 10.00 WIB, semua angkutan umum yang akan masuk Aceh akan diputar balik ke Sumatera Utara untuk mencegah penyebaran Covid-19," katanya.

Menurut dia, kebijakan tersebut diambil rapat virtual dengan Menteri Politik Hukum dan HAM, Menko Kemaritiman, Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19.

Rapat tersebut memutuskan program pemerintah terhadap larangan mudik harus tetap dilaksanakan secara konsisten. Sebab, mudik akan berakibat serangan kedua COVID-19 pascalebaran.

"Mengingat puncak mudik pada 21 hingga 23 Mei mendatang, maka semua angkutan umum jenis apapun yang masuk wilayah Aceh diperintahkan putar balik," kata Kombes Pol Dicky Sondani lagi.

Sedangkan untuk angkutan umum antar kabupaten dalam Aceh diperbolehkan beroperasi dengan syarat sopir dan semua penumpang wajib menggunakan masker serta wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh di setiap pos poin cek yang dilalui.

"Kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Aceh. Apalagi saat ini Aceh bukan zona merah COVID-19. Jika tidak terkontrol, maka dikhawatirkan penyebaran COVID-19 di Aceh akan lebih besar lagi," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...