Personel Polri yang Diduga Aniaya Warga Gangguan Jiwa di Aceh Timur Akan Ditindak Tegas

Ilustrasi penyerangan

Idi, Acehportal.com  - Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro menegaskan tidak akan mentolelir tindakan personelnya yang menyimpang dari disiplin dan etika Polri.

Hal ini disampaikannya melalui rilis yang diberikan Minggu (24/5/2020), menyikapi pasca beredarnya video dugaan penganiayaan yang dilakukan dua anggota Polsek Nurussalam kemarin.

Ia menyebutkan, kejadian bermula saat Brigadir R bersama Brigadir E sedang melaksanakan tugas terkait imbauan kepada warga untuk larangan mudik sekaligus memasang spanduk tidak mudik di wilayah Gampong Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Saat petugas melalukan sosialisasi yang sekaligus pemasangan spanduk, tiba-tiba ada seorang warga yang bernama Ramlan (mengalami gangguan jiwa) membentak sambil memarahi pihak Brigadir R dan Brigadir E dengan berkata "Mana duit saya dan tekenan, nanti saya pukul tidak takut kamu polisi,".

Setelah itu, kedua anggota Polsek Nurussalam pun menghindar, namun dengan tiba-tiba Ramlan menarik kerah baju Brigadir E dan hendak memukulnya.

Melihat kejadian itu, spontan Brigadir R menyerang Ramlan dan terjadilah pergumulan yang mengkibatkan beberapa luka di tubuh Ramlan.

Tindakan yang demikian secara tegas tidak dibenarkan oleh Kapolres, bahkan atas tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum tersebut. Kapolres juga berjanji akan menindak sesuai dengan undang-undang disipilin.

Bahkan, Kapolres maupun Kapolsek Nurussalam akan membantu pengobatan Ramlan sampai sembuh juga akan memberikan bantuan kepada Ramlan.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...