Secara Nasional Kesembuhan di Aceh Tertinggi, Ini Kata Gugus Penanganan Covid-19

Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam siaran pers-nya, Kamis, 9 April 2020

Banda Aceh, Acehportal.com - Lima belas penderita Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh sembuh dan satu kasus meninggal yakni warga berinisial AA (56) asal kota Lhokseumawe.

AA meninggal pada 23 Maret 2020 kalau sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ia diketahui positif Covid-19 dari hasil uji swab-nya di Badan Litbangkes RI, Jakarta, diterima pada 26 Maret 2020.

“Meski saat meninggal belum konfirmasi positif Covid-19, tapi perlakuan jenazah almarhum dilakukan sesuai protokol pemulasaraan jenazah Covid-1,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Penangan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Selasa (19/5/2020).

Jubir yang akrap disapa SAG itu mengungkapkan kembali hal tersebut terkait pujian Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nasional, Doni Monardo dan diwartakan sejumlah media massa nasional dan media massa lokal kemarin.

Menurut Doni, tingkat kesembuhan di Aceh paling tinggi secara nasional. Tingkat kesembuhan Covid-19 Aceh adalah 83,3 persen, disusul Bangka Belitung 79,3 persen, kemudian Bali 71,8 persen, Kepri 69 persen dan Gorontalo 62,5 persen.

Hal tersebut dikatakan Doni Monardo melalui telekonferensi, Senin (18/5/2020) kemarin.

“Kasus Covid-19 yang sembuh di Aceh 15 orang dari 18 kasus hingga saat ini. Sedangkan kasus EY (43) asal Aceh Utara, yang meninggal 26 Maret 2020, bukan Covid-19. Ia PDP dan hasil uji swab-nya terakhir tetap negatif corona,” ungkap SAG.

Menurutnya, apresiasi Ketua Gugus Tugas Nasional itu seyogyanya dapat meningkatkan spirit pantang menyerah seluruh rakyat Aceh melawan virus corona.

Bila perlawanan masyarakat dengan gerakan pencegahan gagal, baru petugas kesehatan dan tim medis Covid-19 bertaruh nyawa merawat penderitanya.

Karena itu, masyarakat diharapkan tetap taat menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak bertemu ramai-ramai. Mudik pun tak perlu dilakukan saat ini kalau bukan dalam kondisi sangat terpaksa.

"Sementara gugus tugas dan tim medis terus menjalankan fungsinya meski di hari libur di bulan puasa dan pada Idul Fitri nanti," kata SAG.

Ia juga mengatakan, Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 di Aceh, Bidang Penanganan Kesehatan, sedikitnya telah mengambil 303 sampel swab cairan tenggorokan dan hidung Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di seluruh Aceh. Hasilnya, sebanyak 278 sampel negatif dan sisanya 18 sampel konfirmasi positif.

“Pemeriksaan sampel tersbut dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), bukan lagi rapid test,” tegasnya.

Sementara jumlah pasien terkait Corona yang telah dilakukan rapid test di seluruh Aceh sudah mencapai 4.831 orang. Hasilnya, 4.793 nonreaktif dan 38 lainnya raktif rapid.

"Meski rapit test menunjukkan hasil reaktif, tapi tidak semuanya positif Covid-19 setelah dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT-PCR," jelasnya.

“Dari 18 yang konfirmasi Covid-19 itu, yang sembuh mencapai 15 orang, 2 orang masih dirawat di rumah sakit, dan hanya 1 orang meninggal dunia,” rinci SAG.

*Jumlah Kumulatif

SAG juga menjelaskan, perkembangan kasus Covid-19 Aceh per tanggal 19 Mei 2020, pukul 15.00 wib. Jumlah kumulatif penderita Covid-19 di Aceh sebanyak 18 orang, yakni 2 orang masih dalam perawatan rumah sakit, 15 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia pada Maret lalu.

Sedangkan jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) bertambah 2 kasus hari ini sehingga menjadi 101 orang. Rinciannya, 1 orang dalam perawatan, 99 sudah pulang dan sehat, satu kasus meninggal dunia. PDP yang meninggal itu juga pada Maret 2020 lalu.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), lanjut SAG, sebanyak 2.001 kasus. Ada penambahan sebanyak 9 kasus dibandingkan data kemarin. Rinciannya, dari 2.001 kasus tersebut, sebanyak 1.933 telah selesai masa pemantauan, dan 68 orang lainnya masih dalam proses pemantauan tim gugus tugas Covid-19.

“Jadi, jumlah kasus pasien meninggal dunia tidak ada penambahan, 2 kasus. Itu pun kasus Maret 2020 yakni satu positif Covid-19 dan satu lagi negatif,” tutup SAG.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...