Polres Nagan Raya Kembali Ungkap Kasus Ilegal Logging, 7 Tersangka Diamankan

Petugas saat mengukur batang kayu yang ditebang dan diangkut para pelaku di kawasan hutan Nagan Raya (Ist/For Acehportal.com)

Sukamakmue, Acehportal.com - Sat Reskrim Polres Nagan Raya kembali mengungkap kasus pembalakan liar (ilegal logging) yang terjadi di kawasan hutan Gampong Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Minggu (17/5/2020) kemarin.

Kali ini, petugas mengamankan tujuh orang tersangka beserta barang bukti berupa belasan potong kayu bulat serta sejumlah truk dan satu alat berat jenis ekskavator (beko) di lokasi tersebut.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno melalui Kasat Reskrim, AKP Fadhilah Aditya Prata mengatakan, para pelaku yang diamankan tersebut diduga kuat terlibat dalam aksi penebangan dan pengangkutan kayu tanpa izin.

Mereka adalah SP (50) dan ZB (42), warga Nagan Raya selaku penebang pohon, RS (44) dan DN (38), warga Nagan Raya selaku pemilik modal dan operator alat berat serta HM (46), WD (43) dan SL (45), warga Nagan Raya dan Aceh Singkil selaku pengangkut kayu yang telah ditebang.

"Penangkapan ini dilakukan setelah adanya informasi masyarakat tentang aktivitas penebangan hutan secara ilegal atau tanpa izin pada Sabtu kemarin di lokasi tersebut," ujar Kasat, Selasa (19/5/2020).

Menindaklanjuti informasi itu, Sat Reskrim Polres Nagan Raya bersama Tim KPH 5 Wilayah Nagan Raya langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud. Ternyata benar, ada aktivitas penebangan dan pengangkutan kayu ilegal di lokasi tersebut.

"Penemuan ini di satu lokasi, namun ada beberapa titik yang menjadi tempat penebangan para pelaku. Dimana, titik-titik tersebut setelah dilihat dalam peta oleh Tim KPH diketahui masuk dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas. Saat ditanya dokumen sah kepada para pelaku juga mereka tidak dapat menunjukkan," jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita tiga unit truk pengangkut kayu yang masing-masing truk berisi empat dan tujuh batang kayu bulat sepanjang lima meter yang jumlahnya mencapai 18 batang.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit beko serta dua unit gergaji mesin yang digunakan untuk menebang belasan pohon besar tersebut.

"Kasus ini masih ditangani lebih lanjut, para pelaku dijerat Pasal 12 huruf (c), huruf (e), huruf (G), Pasal 82 Ayat (1) huruf (c), Pasal 83 ayat (1) Huruf (b) Jo Pasal 85 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...