Personel Dit Reskrimsus Polda Aceh yang Hilang di Hutan Tangse Pidie Ditemukan

Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta (tengah) bersama pihak terkait langsung mengevakuasi dua korban saat ditemuman di kawasan hutan Tangse, Pidie. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Dua warga yang dikabarkan hilang di kawasan hutan Tangse, Pidie akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah tim gabungan beserta masyarakat sekitar sempat melakukan pencarian beberapa hari lalu.

Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta yang dikonfirmasi Senin (18/5/2020) sore mengatakan, keduanya ditemukan selamat oleh tim gabungan yang melakukan pencarian meski dalam keadaan lemas dan sedikit mengalami cedera.

"Alhamdulillah personel Dit Reskrimsus Polda Aceh yakni Aipda Afrizal dan seorang warga bernama Fahrul yang sempat terserat kemarin akhirnya ditemukan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Direktur menjelaskan, Aipda Afrizal mengalami cedera yakni kedua kaki yang terkilir, sementara Fahrul, warga setempat selaku penunjuk jalan mengalami cedera yang terluka di bagian kedua telapak kakinya.

"Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis, anggota kita dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Aceh sementara warga tersebut dikembalikan ke pihak keluarganya di Tangse, Pidie," ungkap Margiyanta.

Pencarian terhadap Aipda Afrizal dan Fahrul berlangsung sejak beberapa hari dinyatakan hilang karena tersesat di hutan. Pencarian ini pun melibatkan sejumlah pihak seperti Komunitas IOF (Offroad), RAPI, SAR dan lainnya beserta masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah berkat bantuan rekan-rekan dan masyarakat kedua korban ditemukan. Saya mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada pihak yang ikut melibatkan diri dalam pencarian korban," jelasnya.

Hilangnya Aipda Afrizal bersama seorang warga itu berawal saat operasi ilegal logging di kawasan hutan Tangse yang dilakukan personel Dit Reskrimsus Polda Aceh. Dimana, petugas melakukan operasi ini untuk menekan angka pembalakan liar.

Dalam operasi itu, sebanyak 20 kubik kayu ilegal diamankan beserta satu unit alat berat jenis ekskavator (beko), meski petugas tak menemukan pemilik atau pekerja di lokasi tersebut.

Saat hendak menurunkan barang bukti tangkapan tersebut, Aipda Afrizal bersama seorang warga turun ke bawah untuk mencari bantuan dan diketahui tak kembali hingga sore hari. Oleh karena itu, tim gabungan dibentuk untuk mencari keduanya.

Saat ditanya terkait puluhan kubik kayu ilegal tersebut, Dir Reskrimsus menerangkan, kasus ini masih ditangani lanjut pihaknya. Meski barang bukti belum diamankan (diturunkan dari atas hutan), polisi telah memasang garis polisi di lokasi penemuan.

"Barang bukti alat berat dan kayu sebanyak 20 kubik sudah dipasang garis polisi, belum bisa diturunkan karena medannya sangat berat, untuk pelaku atau pemilik masih dalam penyelidikan," katanya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...