Seorang Pawang di Aceh Utara Meninggal Saat Mencoba Tangkap Kerbau Liar

Tali yang digunakan korban untuk menjerat kerbau liar (Ist)

Lhoksukon, Acehportal.com - Pawang kerbau liar yakni Absalam (58), warga Gampong Menasah Alue, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya meninggal dunia saat mencoba menangkap kerbau liar di kawasan Buket Alue Bate Dusun Abon Abon, Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Cot Girek, Ipda Fikri K mengatakan, korban meninggal setelah terlilit tali jeratan. Saat ditemukan, korban yang terseret kerbau telah meninggal dengan tali jeratan terlilit di leher serta badannya.

"Kejadian berawal pada Jumat (15/5/2020) pukul 10.00 WIB, korban dan saksi Lukman (28), warga yang sama serta Salman (40), warga Gampong Matang Rayeuk, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur berangkat dari Dusun Abon Abon ke hutan Buket Alue Bate Cot Girek, Aceh Utara," ujarnya Sabtu (16/5/2020).

Mer3ka, bertujuan untuk menangkap kerbau liar yang dilepas di hutan milik Arifin (48). Di lokasi korban mencoba menjerat salah satu kaki dari kawanan kerbau liar dengan tali jeratan yang dililitkan di badan korban.

Saat kaki depan salah satu dari kawanan kerbau terlilit, nahas bagi korban karena tidak sempat melepaskan tali yang melilit pada badannya, sehingga korban terserat oleh kawanan kerbau.

"Menurut keterangan saksi, korban tidak sempat melepaskan tali yang diikat di badannya itu, setelah kaki kerbau terjerat saat itu korban terus berusaha untuk melepaskan tali yang terlilit di badannya, namun tidak berhasil sehingga korban terseret kawanan kerbau," ungkap Kapolsek.

Lalu Lukman dan Salman mencoba mencari keberadaan Absalam setelah terseret. Ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa tidak jauh dari tempat kejadian.

Kapolsek menambahkan, morban mengalami luka di bagian leher yang diduga akibat terlilit tali untuk menjerat kawanan kerbau liar.

Siang harinya, korban dievakuasi ke salah satu rumah warga setempat di Dusun Abon Abon, Gampong Cot Giek untuk dimandikan serta dikafankan agar bisa dibawa pulang ke rumah duka di Pidie Jaya.

Menurut polisi, anak korban serta pihak keluarga sudah mengikhlaskan kecelakaan itu dan menolak jasad orang tuanya dibawa ke puskesmas divisum maupun autopsi.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Peristiwa

Komentar

Loading...