Pencarian Hari Kedua, Korban Tenggelam Saat Cari Kerang di Sungai Calok Belum Ditemukan

Keluarga korban masih menunggu pencarian oleh tim gabungan, di Sungai Calok, Gampong Padang, Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (17/5/2020). (Ist)

Meulaboh, Acehportal.com - M Amin, warga Gampong Peunaga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang tenggelam akibat perahunya terbalik saat mencari kerang di kawasan Sungai Calok di hari kedua belum ditemukan.

Sejak kemarin, pencarian terhadap korban dilakukan oleh tim SAR beserta pihak terkait dan masyarakat setempat.

Seperti diketahui, korban tenggelam akibat terhempas dari perahu atau sampan yang ditumpangi saat pulang mencari kerang di kawan Sungai Calok, Gampong Padang Seraheut, Johan Pahlawan, Aceh Barat. Saat itu, kondisi di lokasi sedang hujan deras disertai angin kencang.

Kakansar Banda Aceh, Budiono melalui Koordinator Pos SAR Meulaboh, Budi Darwan kepada wartawan mengatakan, pencarian dilakukan sejak Minggu pagi yang diawali di lokasi pertama korban tenggelam.

"Tim kita juga sudah menyisir ke laut sekitar sepuluh mil dari bibir pantai," kata Budi Minggu (17/5/2020).

Pada saat tim SAR melakukan penyisiran, katanya, hanya ditemukan perahu yang korban tumpangi di kawasan Gampong Peunaga.

Sementara itu, tim SAR juga melakukan penyelaman di beberapa titik aliran sungai, Namun, hasilnya masih nihil," ujarnya.

Budi menambahkan, proses pencarian mengalami kendala akibat air sungai yang keruh, sehingga korban sulit untuk ditemukan. "Sedikit terkendala karena keruhnya air akibat hujan lebat di atas aliran sungai," ungkapnya.

Proses pencarian M Amin ini pun melibatkan pihak BPBD Aceh Barat, Pos SAR Meulaboh, RAPI, TNI-Polri serta masyarakat setempat.

Seperti diberitakan, M Amin (24) dan rekannya Hendri (25) yang selamat terhempas dari sampan saat pulang mencari kerang. Saat itu, kondisi sedang hujan deras dan angin kencang

Pukul 16.30 WIB korban bersama temannya pulang menggunakan perahu setelah mencari kerang di daerah Padang Seurahet. Tiba-tiba datang angin kencang dan gelombang sehingga perahu yang mereka tumpangi terbalik.

Saat dalam perjalanan pulang perahu yang mereka tumpangi akibat dihantam gelombang dan angin kencang sehingga keduanya tenggelam. Namun, korban bernama Hendri selamat, sementara M Amin hilang terseret arus sungai.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Peristiwa

Komentar

Loading...