Isi BBM ke Mobil yang Tangkinya Telah Dimodifikasi, Dua Karyawan SPBU Peudada Diamankan Polisi

Mobil kijang yang tangkinya telah dimodifikasi saat mengisi BBM jenis premium di SPBU Peudada (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Tim Dit Reskrimsus Polda Aceh mengamankan dua karyawan SPBU Peudada, Bireuen atas dugaan penyalahgunaan izin pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat, Kamis (14/5/2020) kemarin.

Informasi yang diperoleh dari Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, dua karyawan SPBU itu adalah seorang lelaki dan seorang perempuan yang berinsial ZF (25) dan NF (24) yang merupakan warga Kecamatan Peudada, Bireuen.

"Yang bersangkutan diamankan setelah tim penyelidik yang dipimpin Kompol Mughi Prasetyo Habrianto melakukan penyelidikan atas laporan adanya penyalahgunaan izin pengangkutan dan niaga BBM di SPBU tersebut," ujar Direktur Jumat (15/5/2020).

Dari informasi yang diperoleh itulah, petugas menuju ke SPBU Peudada untuk melakukan pengecekan tentang kebenarannya. Di lokasi, polisi menemukan antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis premium di SPBU tersebut.

Selain itu, kedua karyawan itu selaku operator pompa mesin SPBU setempat diketahui sedang mengisi premium ke sebuah mobil minibus jenis Kijang yang mana belakangan diketahui bahwa tangki mobil tersebut telah dimodifikasi.

"Selanjutnya tim melakukan penyegelan mesin pompa bahan bakar minyak jenis premium dan mengamankan barang bukti berupa sejumlah uang hasil penjualan BBM sebesar Rp 12 juta. Atas kejadian ini tim penyelidik membawa pelaku dan barang bukti ke Polsek Peudada untuk dilakukan intreogasi lebih lanjut," ungkapnya.

Selain uang, petugas juga mengamankan mobil Kijang yang tangkinya telah dimodifikasi dan diisi premium tersebut. Namun, belum diketahui pasti siapa pemilik dari mobil tersebut.

Masih dari informasi yang diperoleh, mobil itu membeli bahan bakar premium dengan menggunakan surat rekomendasi pembelian BBM dari Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Bireuen.

Jika terbukti melanggar, para pelaku pun dapat dijerat dengan Pasal 55 Jo Pasal 53 Huruf b dan d Undang-udang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Bumi.

Sementara itu, Kompol Mughi Prasetyo Habrianto selalu pemimpin tim yang melakukan penangkapan tersebut belum memberikan jawabannya saat dikonfirmasi secara terpisah melalui telepon seluler.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...