Polisi Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Praktik Prostitusi Online di Langsa

ilustrasi

Langsa, Acehportal.com - Sat Reskrim Polres Langsa menetapkan dua orang pelaku praktik prostitusi online sebagai tersangka. Keduanya yakni YU (47), warga Kecamatan Langsa Kota dan HE (35), warga Kecamatan Langsa Baro yang berperan sebagai mucikari.

"Keduanya berperan sebagai penghubung dan menerima pesanan permintaan dari laki-laki yang menginginkan perempuan untuk praktek prostitusi," ungkap Kapolres Langsa, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres setempat, Selasa (12/5/2020).

"Kelima wanita lainnya sebagai pelayan masih ditetapkan sebagai saksi," tambah Kasat Reskrim.

Sebelumnya, sebanyak tujuh orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terlibat melakukan praktik prostitusi melalui mucikari via telepon (online) diamankan Sat Reskrim Polres Langsa.

Pada Sabtu (9/5/2020) sore sekira pukul 16.00 WIB di depan Hotel Harmoni, petugas menangkap dua pelaku prostitusi yakni YU (47) dan HE (35). Selain itu, mereka juga menerima pesanan permintaan pekerjaan dari wanita lain yang ingin mendapatkan uang dari praktik prostitusi tersebut.

Setelah dilakukan pengembangan petugas kemudian mengamankan lima pelaku lainnya yakni CL (32), CJ (23), keduanya warga Kecamatan Langsa Kota, DA (23), FN (22) dan IF (24) yang masing-masing warga Kecamatan Langsa Baro.

Selain mengamankan ke tujuh pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sejumlah motor dan barang bukti lainnya.

Diterangkan Kasat, dalam menjalankan prakteknya YU dan HE menjadi penghubung atau menerima pesanan permintaan dari lelaki yang menginginkan wanita.

Lalu, laki-laki yang ingin memesan wanita menghubungi keduanya via telepon. Namun, keduanya tidak langsung mengiyakan, tapi menanyakan terlebih dahulu kepada wanita yang biasa sudah melayani laki-laki.

Terkadang juga dari pihak wanita yang meminta pekerjaan kepada keduanya karena alasan butuh uang, dan kemudian keduanya yang mencarikan laki-laki tersebut, semua dilakukan secara telpon.

“Wanita yang meminta job/pekerjaan melayani laki-laki dalam minggu ini dari YU secara langsung adalah CJ dan CL. Sedangkan, atas keterangan HE, dirinya pernah menerima permintaan Job/pekerjaan dari IF, DA dan FN pada bulan Maret yang lalu,” sebutnya.

“Atas perbuatannya mereka dikenakan Pasal 296 jo 506 KUHP dan Pasal 25 Ayat 2 Qanun Nomorr 6 Tahun 2015 tentang Hukum Jinayat,” tambah Kasat.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...