Polda Aceh Masih Menunggu untuk Periksa Bupati Aceh Barat Atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memeriksa enam orang saksi dari pihak Pelapor

Banda Aceh, Acehportal.com - Polda Aceh hingga kini masih menunggu surat dari Presiden Republik Indonesia terkait izin pemeriksaan Bupati Aceh Barat Ramli MS atas kasus dugaan penganiyaan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono saat dikonfirmasi kembali Minggu (10/5/2020) malam melalui pesan singkat Whatsapp.

"Sampai hari ini masih tetap menunggu surat untuk pemeriksaan pejabat publik, prosedural SOP pemeriksaan pejabat publik tetap dipedomani," ujarnya di Banda Aceh Minggu (10/5/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, korban bernama Zahidin alias Tgk Jenggot melaporkan Bupati Aceh Barat, Ramli MS ke Polres Aceh Barat atas dugaan penganiayaan yang dilakukan pada 18 Februari 2020 di Pendapa Bupati Aceh Barat.

Kasus itu pun selanjutnya diambil alih serta ditangani Polda Aceh yang dalam hal ini adalah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum). Saat itu, Kabid Humas menyatakan, Polda Aceh menyurati presiden untuk izin memeriksa Bupati Aceh Barat Ramli MS.

Surat izin pemeriksaan dari Presiden untuk memenuhi ketentuan yang diatur dal Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA.

Pada Pasal 55 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 disebutkan, penyelidikan dan penyidikan terhadap gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota dilaksanakan dengan persetujuan presiden atas permintaan penyidik.

"Karena itu, penyidik Polda Aceh menyurati presiden meminta persetujuan pemeriksaan Bupati Aceh Barat terkait kasus penganiyaan yang dilaporkan korban berinisial Z," ungkap Kombes Pol Ery Apriyono.

Penyidik Polda Aceh sebelumnya juga sudah memeriksa serta memintai keterangan sembilan saksi, termasuk saksi korban dan saksi dari media atau bahkan korban sendiri.

"Penyidik akan terus bekerja secara profesional dan berkeadilan untuk menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan tersebut, termasuk memenuhi prosedur yang diatur peraturan perundang-undangan," katanya.

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya masih menunggu PSBB selesai untuk memeriksa Bupati Aceh Barat.

Seperti diketahui, selama ini wabah Corona (Covid 19) terjadi di Indonesia. Seluruh pihak pun gencar menangani hal ini termasuk kepolisian, sehingga menunda sementara pemeriksaan terhadap Ramli MS.

"Kita tunggu PSBB selesai, gelar di Mabes (Polri) dulu, karena menyangkut pejabat publik SOP di Reskrim harus digelar di Bareskrim," kata mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...