Sejumlah Wilayah di Provinsi Aceh Masih Dikepung Banjir

Banjir Landa Seluruh Kota Banda Aceh/foto Fb Faisal Meuraxa

Banda Aceh, Acehportal.com - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sejumlah kejadian bencana banjir masih mengepung beberapa wilayah di Aceh sejak Jumat (8/5/2020) pagi. Bencana itu terjadi karena dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi.

Menurut perkembangan laporan yang pertama, sebanyak 14 gampong di 7 Kecamatan di Kota Banda Aceh masih terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 50 hingga 130 sentimeter.

Adapun rincian cakupan wilayah banjir yang terjadi di kota Banda Aceh meliputi Gampong Lampaseh, Merduati, Pelanggahan di Kecamatan Kuta Raja dengan TMA hingga 130 sentimeter. Informasi sementara beberapa masyarakat Gampong Pelanggahan sudah mengungsi ke masjid.

Kemudian, Gampong Blang Oi dan Dayan Baru di Kecamatan Meuraksa terendam banjir dengan TMA 50 sentimeter.

Selanjutnya, tiga gampong di Kecamatan Baiturrahman meliputi Gampong Neusu Jaya dengan TMA 100 sentimeter, Peuniti TMA 120 sentimeter dan Suka Ramai dengan TMA 50 sentimeter.

Ada pula di Kecamatan Lueng Bata yang terdampak yakni di Gampong Batoh. Dua desa di Kecamatan Syiah Kuala yakni Desa Prada dan Desa Alue Naga dengan TMA 50 sentimeter.

Dua gampong di Kecamatan Kuta Alam meliputi Gampong Laksana dan Gampong Kramat juga masih terendam dengan TMA 100 sentimeter.

Kemudian, Kecamatan Jaya Baru yang terdampak banjir adalah Gampong Punge Blang Cut dengan TMA 50 sentimeter.

Dari kota Banda Aceh, laporan juga diterima dari Aceh Besar. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, sebanyak enam gampong di empat kecamatan Aceh Besar terdampak tiga jenis bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

"Adapun rincian wilayah yang terdampak banjir meliputi Gampong Lampasi Engking, Villa Buana, Ajun Ayahda di Kecamatan Peukan Bada dan Gampong Garut di Kecamatan Darul Imarah," ujarnya.

Wilayah yang terdampak angin kencang adalah Gunung Kulu di Kecamatan Lhoong. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan beberapa pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.

"Kemudian bencana longsor terjadi di Gunung Paro, Kecamatan Lhoong, laporan kejadian bencana di wilayah Aceh selanjutnya adalah dari Aceh Jaya," katanya.

Sedikitnya, 65 KK/248 jiwa di Gampong Alue Gro, Kecamatan Sampoiniet di Aceh Jaya terpaksa harus mengungsi ke Balai Desa dan Meunasah setempat setelah banjir luapan merendam permukiman mereka sejak Jumat dini hari.

Berdasarkan informasi yang diterima sementara, dari tiga kabupaten dan kota yang terdampak bencana hidrometerologi tersebut belum ada laporan mengenai korban jiwa yang meninggal dunia ataupun luka-luka.

"Sementara itu Tim Reaksi Cepat (TRC) dan personel Damkar terus melakukan pemantauan dan tinjau lokasi serta pengecekan debit air di titik-titik banjir dan mendata kerugian serta korban yang terdampak untuk memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut dan turut dibantu masyarakat, TNI/Polri, Tagana, RAPI, Satgas SAR Aceh Jaya, PMI serta relawan lainnya," jelasnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Peristiwa

Komentar

Loading...