Polda Aceh Diminta Selidiki Dugaan Oknum Bermain

Warga Blang Pante Siap Hadapi Gugatan Plu Pakam Terkait Pembebasan Lahan Waduk Keureuto

Pihak Muspika turun kelapangan menyelesaikan sengketa tapal batas. (Mulyadi/Acehportal.com)

Lhoksukon, Acehportal.com - Warga Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara siap menghadapi gugatan dan akan menggugat balik masyarakat Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas ke Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara menyangkut sengketa tapal batas Waduk Keureuto.

Ketua Tuha Peut Gampong Blang Pante yakni Sulaiman mengatakan, kepada mereka Plu Pakam yang ingin menggugat Blang Pante dan Pemerintah Aceh Utara ke Pengadilan Negeri Lhoksukon, pihaknya sangat menghargai dan menghormati hal tersebut. Karena, itu merupakan hak warga negara Indonesia.

“Kami sebagai tergugat sangat siap menghadapi gugatan itu di pengadilan. Namun yang perlu mereka tau, kami juga punya hak untuk menggugat balik mereka baik secara perdata atau pun pidana. Pertanyaannya apakah mereka sudah siap?,” ucapnya Kamis (7/5/2020).

Sulaiman mengatakan, untuk saat ini pihaknya lebih menahan diri dan sangat konsisten untuk menghormati hasil pertemuan kemarin bersama Pemkab Aceh Utara menyangkut referensi peta adalah Peta Topdam.

“Kita masih menunggu dan tidak menganggu konsentrasi Pemerintah Aceh Utara,” ujar Sulaiman didampingi Marzuki Abdullah selalu Keuchik Blang Pante.

Sementara itu, Tokoh Muda Paya Bakong, Juliadi menduga, ada oknum di belakang Keuchik Plu Pakam yang sengaja mendikte tokoh masyarakat Plu Pakam dalam proses pembebasan lahan Waduk Krueng Keureuto tersebut.

“Anehnya tanggal 22 April 2020 yang lalu Pemerintah Aceh Utara telah memanggil kedua belah pihak yang bersengketa Blang Pante dan Plu Pakam, di forum tersebut pemerintah memberikan hak masing-masing untuk Blang Pante dan Plu pakam mempresentasikan data-data yang mereka miliki, namun pihak Plu Pakam tidak ada menunjukkan data apapun di forum tersebut bahkan tidak ada intruksi apapun dari Keuchik Plu Pakam,” jelasnya.

Sambungnya, sedangkan Blang Pante, mengambil kesempatan itu menyampaikan data dan peta yang mereka miliki. Anehnya, sambung dia, satu hari kemudian pihak Plu Pakam menyampaikan ke media mereka menolak hasil pertemuan tanggal 22 April 2020 dengan alasan mereka punya data dan peta. Seharusnya, kalau ada komplen bisa di forum resmi.

Ia juga mengatakan, pada Rabu kemarin stakeholder Pemkab Aceh Utara turun lagi ke lokasi dengan agenda menentukan titik koordinat. Acara tersebut berjalan lancar sesuai harapan semua pihak.

“Lagi-lagi Keuchik Plu Pakam yang paginya hadir tiba-tiba menghilang tidak mau ikut dalam proses bersama Pemkab Aceh Utara dalam mengambil koordinat. Nah, dalam minggu ini juga pihak Plu Pakam melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Lhoksukon menyangkut tapal Batas Blang Pante Kecamatan Paya Bakong dengan Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya sangat menghargai dan menghormati gugatan tersebut yang ditujukan kepada Kami Blang Pante, Bupati Aceh Utara, Pertanahan Aceh Utara dan Balai Sumatra-1 (BWS).

Tentu, pihak aparatur gampong dari Blang Pante sangat siap baik pengacara dan data yang dimiliki dan sangat optimis. Namun, kata dia lagi, pihaknya juga punya hak yang sama untuk menggugat balik Plu Pakam.

“Dengan kejadian itu kami menduga ada oknum-oknum yang sengaja hadir di belakang tokoh masyarakat Plu Pakam yang sengaja inggin menghambat proses pembangunan Proyek Srategis Nasional (PSN) tentu ini kewenangan penegak hukum untuk mencari siapa yang sengaja menghambat ini, maka dari itu kami meminta kepada Polda Aceh untuk menulusuri ini dan menangkap aktor tersebut, karena kalau kepolisian ini membiarkan menjadi bumerang untuk Aceh, kita masyarakat Blang Pante sangat mendukung pembangunan Waduk Krueng Keureuto serta meng apresiasi gerak cepat Pemkab Aceh Utara dalam menyelesaikan sengketa ini secara profesional,” pinta Juliadi.

Penulis:CR Mulyadi
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...