Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Banda Aceh Ungkap Kasus Curat 

Tersangka diamankam polisi

Banda Aceh, Acehportal.com - Personel Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Banda Aceh kembali mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah rumah  milik Venni Anggraini (23) seorang ibu rumah tangga di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Rabu (27/2/2020) silam.

Kasus yang menimpa Venni Anggraini dilaporkan ke Polresta Banda Aceh  sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/91/II/Yan. 2.5/2020/SPKT Rabu tanggal 27 Februari 2020.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq mengatakan, kasus pencuri itu terjadi di saat korban sedang tidak berada dirumahnya.

"Pelaku WZ (30) warga Gampong Blang Oi ditangkap oleh personel Jatanras Sat Reskrim Polesta Banda Aceh di Gampong Ajuen Jeumpet, Aceh Besar berikut dengan barang bukti hasil kejahatannya," sebut Kasat Reskrim, Selasa (5/5/2020).

Ia menjelaskan, WZ melakukan kejahatannya dengan mengambil harta milik korban berupa satu unit handphone Iphone serta perhiasan cincin emas seberat tiga gram emas 22 karat, satu gram emas putih beserta tabung gas tiga kilo gram.

Kasat Reskrim didampingi oleh Kanit Jatanras, Ipda Krisna Nanda Aufa mengatakan, saat koban kembali ke rumahnya, korban melihat pintu depan telah terbuka dalam keadaan rusak dan kondisi rumah dalam keadaan berantakan.

Korban lalu memeriksa barang berharga miliknya dan ternyata barang berharga yang disebutkan tadi telah hilang. Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke Polresta Banda Aceh untuk pengusutan lebih lanjut.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi dan melengkapi berkas mindik, personel Jatanras yang dipimpin langsung Ipda Krisna Nanda Aufa melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang melakukan kejahatan.

"Kami sempat terkendala dengan ciri-ciri pelaku, namun Alhamdulillah berkat kegigihan personel, pelaku berhasil dibekuk, Minggu (3/5/2020) malam di Gampong Ajuen Jeumpet, Aceh Besar. Walapun sudah hampir 3 bulan, ini tidak menyurut kebosanan personel dalam mengungkap sebuah kasus," tutur Taufiq.

Saat ini, tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh dan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...