Jubir Covid Aceh: Dua Lagi Kasus Covid-19 dari Klaster Temboro

Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam siaran pers-nya, Kamis, 9 April 2020

Banda Aceh, Acehportal.com - Dua lagi santri Aceh yang belajar di Pondok Pesantren (Popes) Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur dengan inisial BD dan SK positif Covid-19.

Keduanya dinyatakan terjangkit virus corona berdasarkan hasil swab yang dikeluarkan Badan Litbangkes Aceh, Senin (4/5/2020) malam.

Sebelumnya, empat santri asal Aceh Tamiang yang pulang dari Magetan juga telah terjangkit virus asal Wuhan, Tiongkok, itu.

“Saat ini sudah enam kasus baru Covid-19 di Aceh berasal dari klaster Temboro, Magetan, Jatim,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Aceh, Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Selasa (5/5/2020).

Mantan Humas Jaminan Kesehatan Aceh yang disapa SAG itu menjelaskan, tentang pasien positif baru inisial Bd, warga Bener Meriah, laki-laki, usia 24 tahun. Bd telah dirujuk ke RSUZA Banda Aceh pada 2 Mei 2020, dini hari, setelah pemeriksaan hasil rapid test yang dilakukan Tim Gugus Covid Bener Meriah hasilnya reaktif.

Menurut SAG, sesampai di RSUZA tim medis Pinere langsung mengambil sampel cairan tenggorokan dan cairan hidung (swab) Bd. Swab berikutnya diambil sehari kemudian selanjutnya dikirim ke Balai Litbangkes Aceh di Lambaro, Aceh Besar, dan hasilnya konfirmasi positif Covid-19.

“Bd terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan analisis swab dengan RT PCR (Real Time Polymerase Chain Reaction). Bukan lagi hasil rapit test,” tegas SAG.

Pasien lainnya isnial SK, warga Gayo Lues. Remaja 18 tahun ini juga baru pulang dari Pompes Al-Fatah, Magetan, Jawa Timur. SAG menyampaikan, berdasarkan informasi dari Koordinator Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Gayo Lues, dr Nevi, setiba di Galus Sk sempat dikarantina di Balai Latihan Kerja (BLK), Blangkejeren, 18 April 2020.

Kemudian, ia dibolehkan pulang karena menurut observasi tim medis tidak ditemukan gejala terjangkit corona.

Meski tanpa gejala, pada 28 April 2020 tim medis tetap melakukan rapit test, ternyata Sk menunjukkan gejala reaktif virus corona.

Sebab itu, pada 30 April, pemeriksaan terhadapnya dilanjutkan dengan pengambilan cairan kerongkongan dan cairan hidungnya di RSU Pemkab Galus. Swab Sk dikirim ke Balai Litbangkes Aceh, dan diperoleh hasil konfirmasi positif Covid-19, per tanggal 4 Mei 2020.

“Kini Sk sudah diisolasi di tempat karantina Pemkab Galus di BLK Blangkejeren,” kata SAG berdasarkan informasi dari dr Nevi di Galus.

Selanjutnya SAG menegaskan, dengan bertambah dua kasus baru Aceh telah mencatat kasus Covid-19 sebanyak 15 orang, per tanggal 05 Mei 2020, pukul 15.00 WIB.

Rinciannya, sebanyak 5 orang dalam perawatan, 9 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. Kasus meninggal ini terjadi pada Maret 2020. Kasus lama, katanya.

Sementara itu, jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 1.919 orang. Ada penambahan sebanyak 5 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Yang sedang dalam pemantauan sebanyak 178 orang dan yang sudah selesai pemantauan sebanyak 1.741 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tetap seperti kemarin, 90 orang. Rinciannya, dalam perawatan rumah sakit sebanyak 4 orang, yang sembuh 85 orang dan meninggal 1 orang, pungkas SAG.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...