Tinjau Bedug Berusia Ratusan Tahun, Ini Pesan Dandim 0115 Simeulue

Simeulue, acehportal.com - Bunyi bedug bisa jadi cukup familiar sebagai penanda awal sebelum adzan dikumandangkan,bedug tersusun dari bagian badan yang terbuat dari kayu dan bagian selaput gendang yang biasanya terbuat dari kulit sapi atau kulit kerbau.

Sama halnya dengan bedug yang berada di Masjid Nurul Saadah yang berada di Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Simeulue.

Diketahui bahwa masjid tersebut memiliki mimbar dan bedug berusia 107 tahun yang telah dibuat dari abad ke - 19 tepat nya pada tahun 1913. Senin 04 Mei 2020.

Komandan Kodim 0115/Simeulue Letkol Inf Yogi Bahtiar,S.Kom.M.B.A yang mengetahui hal tersebut langsung menuju lokasi masjid Nurussaadah untuk mengecek langsung kondisi bedug tersebut yang merupakan bukti sejarah perkembangan islam di Kab.Simeulue.

Selain mengecek Kondisi bedug bersejarah Dandim 0115/Simeulue mengajak masyarakat untuk memfungsikan kembali bedug tersebut, pada kesempatan ini Dandim 0115/Simeulue turut memberikan bantuan berupa kulit kerbau untuk mengganti selaput gendang bedug yang kondisinya sudah tidak bagus.

Dandim 0115/Simeulue menghimbau kepada masyarakat Desa Lataling melalui imam masjid untuk bersama - sama merawat serta menjaga bedug tertua tersebut yang memiliki nilai sejarah peradaban islam di Simeulue.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama - sama merawat dan menjaga salah satu bukti sejarah peradaban islam di Simeulue yang kita ketahui sudah ada sejak abad ke - 19 tepatnya pada tahun 1913". Ujar Dandim 0115/Simeulue Letkol Inf Yogi Bahtiar,S.Kom.M.B.A

Komentar

Loading...