Ini Klarifikasi Keuchiek Krueng Mangkom Terkait Dugaan Arogansi Aparatur Gampong Terhadap LSM GMBI Distrik Nagan Raya

Keuchik, M Alie Syeh (Kiri) dan Sekdes, Salamuddin (Kanan) Gampong Krung Mangkom, Kecamatan Senagan, Kabupaten Nagan Raya. (Dani/Acehportal.com)

Sukamakmue, Acehportal.com - Keuchiek Gampong Krung Mangkom, M Alie Syeh membantah atas tuduhan yang dilakukan Ketua Pembina LSM GMBI, Wahyudin terkait dugaan arogansi aparatur gampong tersebut kepada salah satu anggota GMBI pada Rabu (29/4/2020) lalu di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Nagan Raya.

M Alie Syeh kepada Acehportal.com, Senin (4/5/2020) mengatakan, penyataan yang dikeluarkan Ketua Pembina LSM GMBI Nagan Raya, Wahyudin yang mengatakan mantan Ketua Tuha Peut Krueng Mangkom melakukan kekerasan terhadap salah satu anggotanya adalah tidak benar.

"Penyataan tersebut tidak benar dan pada saat kami bertiga ke Kantor DPMG memang ada kepentingan dengan pihak DPMG, kebetulan jumpa mereka di depan kantor. Lalu yang dikatakan Tuha Peut melakukan kekerasan, itu tidak benar juga, cuma sekedar memegang kerah bajunya dan hal tersebut hanya sebatas peringatan terhadap warga gampongnya sendiri," kata Keuchik.

Dikatakannya, kejadian sebenarnya pada saat Keuchik, Sekdes dan mantan Ketua Tuha Peut datang ke Kantor DPMG untik melakukan klarifikasi terkait sikap Wahyudin yang selama ini terus melakukan provokasi di gampong mereka.

Berdasarkan hal itu, perangkat gampong ini datang ke Kantor DPMG, bukan mendatangi seperti yang dikatakan pihak GMBI seperti logat preman. Mereka bertiga kemudian bertemu dengan pihak Wahyudin di lokasi hanya secara kebetulan, bukan berencana.

"Karena ulah mereka sehingga timbul geram, yang setiap saat Wahyudin terus mencoba melakukan provokasi di gampong kami dan juga mencampuri urusan pribadi maka terjadilah sedikit adu mulut dengan mereka, bukan mencekeknya, hanya memegang kerah baju salah satu anggotanya dan hal itu hanya sebagai peringatan dan anggota dia itu juga merupakan warga gamping kami," ujar Ali.

Dirinya menambahkan, Ketua GMBI, Wahyudin telah melakukan hal yang cereboh tabpa berkomunikasi dengan aparatur gampong setempat dan secara internal Wahyudin telah melakukan provokasi terhadap Gampong Krueng Mangkom serta hal-hal yang tak pantas dia campuri seperti memprovokasi istri Keuchik.

"Hingga kini saya masing memiliki bukti kuat terkait ulah Wahyudin dan dia juga sempat meminta agar Sekdes diberhentikan, apa hak dia dan siapa dia, bupati saja tidak intervensi internal terhadap gampong kami, selama kami masih dalam aturan tata pemerintah," tegasnya.

Sementara itu, kata Sekdes Krueng Mangkom, Salamuddin, sejak kasus korupsi dana desa muncul dirinya tak pernah bertemu dengan LSM GMBI. Kebetulan saja pada saat Keuchik, Sekdes dan Tuha Peut ke Kantor DPMG bertemu anggota LSM tersebut.

"Kebetulan kami jumpa dengan mereka bukan mendatangi seperti yang dikatakan Wahyudin, kami bertiga ada kepentingan dengan pihak DPMG untuk mengurus administrasi kelengkapan desa dan kami bukan membahas masalah kurupsi seperti yang mereka katakan. Kami selaku aparatur Gampong kan wajar kalau konsultasi dengan pemerintah daerah," jelas Sekdes Salamuddin.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...