Arogansi Aparatur Gampong Krung Mangkom Terhadap LSM GMBI Nagan Raya

Wahyudin Ketua LSM GMBI Distrik Nagan Raya dan tiga orang tim investigasi (Ist)

Sukamakmue, Acehportal.com -  Seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Nagan Raya mendapatkan perlakuan kasar yang dilakukan oleh ketua Tuah Peut Gampong Krung Mangkom, Kecamatan Senagan, Nagan Raya, Rabu (29/4/2020).

Kejadian tersebut bermula pada saat anggota GMBI bertemu dengan Kepala Bidang (Kabid)  Badan Pemberdayaan Pemerintahan Desa (BPMD) P4 Kabupaten Nagan Raya.

Di tengah perbincangan antara pihak GMBI dengan Kabid tersebut, tiba-tiba ada tiga orang berlogat preman menunggu diluar pintu, yakni Ketua Tuha Peut, Kechiek, Sekdes, warga Gampong Krung Mangkom.

"Betul saya melihat kejadian itu, tiga orang berlogat preman menunggu di luar pintu masuk kantor Kabid , ketika selesai diskusi dengan Kabid tersebut, anggota saya dipegang dan ditarik keluar, lalu mencekiknya, hingga sempat terjadi adu mulut (cek-cok) antara pihak GMBI dengan tiga orang itu," kata Ketua GMBI Nagan Raya Wahyudin kepada Acehportal.com saat di konfirmasi Rabu (29/4/2020).

Namun anehnya lagi, kata Wahyudin, dirinya tidak tahu apa permasalahannya, kok tiba-tiba satu diantaranya memaki Anggotanya dan sempat dicekek lehernya,"ujarnya kembali.

Dikatakannya, dirinya menduga pelaku tersebut berprasangka buruk kepada kami mungkin hal ini ada sangkut pautnya dengan kasus Korupsi dana desa yang saat ini sedang ditangani oleh kejaksaan negeri (Kejari) setempat,"ujarnya.

Menurutnya, pelaku menduga selama ini yang membuat mereka terseret keranah hukum akibat dugaan kasus korupsi dana desa," kami yang diduga sebagai penyebabnya," berdasarkan hal tersebut, mereka bertiga datang menghampiri kami, hingga satu orang diantaranya melakukan perlakuan kasar terhadap kami, dengan cara mencekek leher anggota saya, dan memakinya didepan banyak orang," tambah Wahyu.

Sementara itu, Ketua GMBI Wahyudin meminta kepada Bupati Nagan Raya untuk tidak melindungi oknum yang melakukan korupsi, dan anehnya lagi pelaku korupsi dana desa masih berani melakukan kekerasan terhadap masyarakat dan LSM GMBI,

Dirinya juga mengimbau kepada Bupati Nagan raya dan inspektorat APIP Nagan Raya, agar tidak melakukan ketertutuban atau pembinaan korupsi dana desa Sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang No 4 tahun 2008 keterbukaan informasi publik.

Akibat ketertutuban pemerintah melindungi korupsi maka pihak penggerak aktivis ingin membedah tentang korupsi terjadi tantangan begitu besar," akibat pemerintah sekongkol dengan pelaku korupsi dana desa sehingga berimbas buruk pada kami LSM yang mencoba membenarkan," ungkap Wahyudin,

Menurutnya, dengan hadir LSM GMBI di Nagan Raya terusik semua koropsi dana desa yang sekian besar mulai dari 2016 sampai 2019, terungkap begitu besar dan indikasi lain juga terus bermunculan di Nagan Raya

Dirinya juga mengingatkan supaya petugas inspektorat APIP Nagan Raya, meminta bergerak aktif dan tidak kata binaan korupsi dana desa terus menerus cuma semata melindungi pelaku korupsi atau budaya pembodohan terhadap publik.

"Pihak GMBI tetap terus memantau dan melanjutkan terkait kasus korupsi dana desa walaupun timbul tantangan begitu besar serta dengan adanya pengancaman, dan hal tersebut tidak membuat kami patah semangat dan pantang mundur," pungkasnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...