Ratusan Remaja Balap Liar di Jalan Len Pipa Aceh Utara Ditangkap Polisi

Puluhan remaja balapan liar terjaring razia, Selasa (28/4/2020). (Mulyadi/Acehportal.com)

Lhoksukon, Acehportal.com - Polisi menangkap ratusan remaja yang melakukan aksi balapan liar di sepanjang jalan Len Pipa, Pertamina Hulu Energi (PHE), Selasa (28/4/2020) subuh.

Balapan liar para remaja tersebut dilakukan di beberapa lokasi yang ada di tiga kecamatan di Aceh Utara diantaranya, Kecamatan Tanah Luas, Kecamatan Nibong dan Kecamatan Syamtalira Aron.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Nibong, Ipda Jimmy didampingi Kapolsek Tanah Luas, Ipda Yose Rizaldi mengatakan, sejak malam kelima Ramadhan jajaran Polsek mendapatkan informasi dari masyarakat ada balapan liar yang dilakukan oleh para Anak Baru Gede (ABG) yang sangat meresahkan masyarakat.

“Kami mengamankan ratusan unit sepeda motor bersama pengendara di sejumlah titik yang dijadikan area balapan liar, mereka di gelandang ke Mapolsek Nibong dan Tanah Luas, untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kelengkapan surat menyurat kenderaan sepeda motor,” ungkapnya.

Kemudian ia mengatakan, aksi balapan liar para remaja itu lakukan sehabis salat subuh yang berkumpul sejumlah titik sepanjang jalan PHE hingga Simpang Cebrek.

“Deru suara kenderaan mereka memekkan telinga dan mengganggu ketertiban jalan raya. Jadi memasuki bulan Ramadhan ini sebelumnya pihak kami sudah memberi himbauan untuk tidak melakukan balapan liar di daerah jajaran kami selama bulan puasa. Namun upaya ini tidak dipatuhi, maka pagi ini seluruh personil gabungan 3 Polsek di kerahkan untuk melakukan razia para remaja balapan liar yang sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar,” paparnya.

Pihaknya berharap dengan razia ini supaya tidak ada terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kapolsek Tanah Luas, Ipda Yose Rozaldi menambahkan, untuk seluruh remaja yang ikut balapan liar tersebut kebanyakan pendatang dari kecamatan lain. Seluruh remaja yang telah diamankan ini nantinya diminta kelengkapan surat kendaraan.

“Kita harapkan dengan adanya penertiban ini diharapkan ada efek jera. Untuk proses lebih lanjut kita memanggil orang tua mereka masing masing untuk diberikan nasehat agar mengawasinya dalam suasana pademi covid-19 bulan ramadha. Kemudian jangan memberikan sepeda motor untuk anaknya keluar malam tampa alasan yang jelas,” pintanya.

Penulis:CR Mulyadi
Editor:Hafiz
Rubrik:HukumPeristiwa

Komentar

Loading...