Aceh Prioritaskan Materi Muatan Lokal Sela Belajar di Rumah Bulan Ramadhan

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA

Banda Aceh, Acehportal.com - Belajar dalam bulan Ramadhan 1441 Hijriah merupakan kegiatan yang terjadwal dalam kalender pendidikan Tahun Pelajaran 2019/2020, sehingga dihitung sebagai hari efektif pembelajaran.

Mengingat saat ini masih dalam masa pendemi Covid-19, maka proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan model Belajar Dari Rumah (BDR) yang akan dimulai sejak tanggal 29 April sampai dengan 14 Mai 2020.

Hal itu disampaikan Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli, Sabtu (25/4/2020) di Banda Aceh.

"Secara teknis Disdik Aceh telah menyampaikan arahan dan panduan kepada Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah melalui Kepala Cabang Dinas Wilayah," jelasnya.

Kegiatan belajar di bulan Ramadhan 1441 Hijriah ini, kata dia, pihaknya akan menerapkan konsep Merdeka Belajar dengan memberikan kewenangan otonomi kepada pihak sekolah untuk mendesain kegiatan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD menyampaikan, Dinas Pendidikan Aceh hanya memberikan panduan saja, agar pihak sekolah memprioritas muatan lokal sebagai materi utama dalam ruang lingkup pendidikan keagamaan (Aqidah Akhlak, Qur‘an Hadist, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam dan/atau Bahasa Arab).

Materi tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong yang kuat dalam pembentukan sikap, peningkatan keterampilan dan pengembangan pengetahuan para siswa/siswi SMA, SLB dan SMK di Aceh.

"Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk melaksanakan kegiatan belajar dari rumah dibulan ramadhan. Kegiatan ini akan memberi peluang dan kesempatan yang lebih luas kepada para orang tua untuk meningkatkan perannya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan melalui pemahaman dan pembiasaan dilingkungan keluarga," ujar Rachmat.

Menurutnya, selama ini kebanyakan para orang tua kurang memiliki kesempatan yang cukup untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian berbasis pendidikan keagamaan dirumah, karena memang sebahagian besar waktu siswa dihabiskan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

"Saat ini waktu itu tersedia dalam jumlah yang relatif cukup tinggal lagi bagaimana kualitas pemanfaatan kesempatan yang sangat berharga ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,"pungkasnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Pendidikan

Komentar

Loading...