Enam Pelanggar Syariat Islam Dicambuk di Taman Bustanussalatin Banda Aceh

Salah satu terhukum cambuk saat eksekusi di Taman Bustanussalatin Banda Aceh, Selasa (21/4/2020). (Hafiz/Acehportal.com)

Banda Aceh - Enam pelanggar syariat Islam menjalani hukuman cambuk (Uqubat) di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh, Selasa (21/4/2020).

Dari enam pelanggar, dua diantaranya dicambuk karena kasus Ikhtilat (berdua-duaan yang bukan muhrim atau mesum dan sejenisnya) yakni SS dan ZR, warga Lhokseumawe.

Lalu, empat terhukum lainnya karena kasus Khamar (minum-minuman keras) yakni FP, RR, RT dan RH yang merupakan warga Gayo dan tinggal di Banda Aceh.

Kabid Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Safriadi mengatakan, mereka yang dicambuk ditangkap di wilayah hukum Banda Aceh.

"Pasangan Ikhtilat itu ditangkap di sebuah hotel dan yang minuman keras ditangkap di kawasan Peunayong. Rata-rata (yang dicambuk) orang luar Banda Aceh," ujarnya usai eksekusi cambuk saat diwawancarai.

Ada perbedaan dalam eksekusi cambuk kali ini, dimana pelaksanaan cambuk dilakukan di tengah pandemi Corona (Covid 19). Karenanya, ada beberapa hal seremonialnya dalam kegiatan ini.

"Itu langsung kepada intinya saja (dicambuk), karena sekarang kondisi kan lagi ada wabah Covid-19, jadi ada beberapa seremonial (pelaksanaan Uqubat cambuk) yang kita hilangkan, jadi langsung ke intinya saja Uqubat cambuk," katanya.

Para terhukum cambuk ini, sebelumnya telah terbukti melanggar dan telah diputuskan untuk menjalani hukuman cambuk sebelum wabah Corona hingga akhirnya diputuskan untuk dicambuk hari ini.

"Sudah diproses (sesuai hukum syariat islam) dan inkrah keputusan hakim, jadi mengingat masa tahanan (terpidana cambuk) juga nanti akan selesai, kita langsung melakukan prosesi Uqubat cambuk," ungkapnya.

Untuk daerah lainnya, lanjut dia, hal yang sama juga diberlakukan. Jika sudah diputuskan hukuman maka akan langsung dicambuk dengan tetap mengedepankan anjuran dan kebijakan pemerintah dengan tetap berjaga jarak dan lainnya.

"Di daerah lain (di Aceh) juga demikian, sudah putus hukuman langsung dilakukan prosesi cambuk dengan catatan kita tetap jaga jarak dan itu juga menjadi pesan dari pimpinan kita," kata dia.

"Proses (cambuk) ini tetap dijalankan tapi pengunjungnya kita batasi dan jaraknya tetap dijaga sesuai SOP (protokol Covid-19 pemerintah) yang sudah berlaku sekarang," tambahnya.

Diketahui, dua terhukum kasus Ikhtilat dicambuk sebanyak 27 kali dari jumlah 30 kali cambuk yang ditetapkan, setelah dikurangi masa tahanan selama tiga bulan. Sementara, empat terhukum lainnya atas kasus Khamar dicambuk sebanyak 40 kali cambuk.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...