Bea Cukai Klarifikasikan Jumlah Rokok Ilegal Tangkapan di Aceh Timur

Kapal bermuatan rokok ilegal yang diamankan petugas Bea Cukai (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Bea Cukai Kanwil Aceh, Langsa dan Kanwil Khusus Kepulauan Riau (Kepri) menggagalkan penyelundupan rokok ilegal eks muatan KM Milenium GT 25, Minggu (12/4/2020) lalu di perairan Peureulak, Aceh Timur.

Sesuai siaran pers yang diterbitkan pihak Bea Cukai Aceh Selasa (14/4/2020) lalu diungkapkan, rokok ilegal (tak dilekati pita cukai) merek Luffman yang ditangkap berjumlah 10,2 juta batang rokok.

Dari jumlah itu dirincikan, puluhan juta rokok tersebut dikemas dalam 1.020 karton yany setiap kartonnya berisikan 50 slop dan setiap slop berisikan 10 bungkus, dimana setiap bungkusnya berisi 20 batang rokok.

Bea Cukai menaksirkan, rokok ilegal yang ditangkap ini bernilai Rp 10,3 miliar lebih dengan kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 11,3 miliar lebih.

Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, jumlah muatan yang dinyatakan pihaknya pada siaran pers itu merupakan jumlah perkiraan yang mengacu pada jumlah muatan kapal pembawa rokok ilegal yang ditegah sebelumnya, yakni KM Seroja GT 25 di perairan Jambo Aye, Aceh Utara, Minggu (29/3/2020) yang lalu.

"Kedua kapal penyelundup itu memiliki tonase kotor yang sama yakni 25 Gross Tonnage (GT)," katanya Senin (20/4/2020).

Karena pandemi Corona (Covid-19) ini, jelas Isnu, hingga Selasa (14/4/2020) sore kemarin KM Milenium yang ditangkap belum memiliki izin sandar di Pelabuhan Kuala, Langsa, sehingga KM Milenium masih mengapung di laut sekitar pelabuhan.

"Muatan dipindahkan dari KM Milenium ke dermaga menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai Kuala Langsa dan kemudian diangkut ke gudang Kantor Bea Cukai Kuala Langsa dengan menggunakan truk untuk selanjutnya dilakukan pencacahan," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pencacahan, lanjutnya, petugas menemukan sebanyak 6,5 juta lebih batang rokok yang dikemaa dalam 652 kardus.

"Sehingga, penyelundupan rokok ilegal ini senilai Rp 6,6 miliar lebih dengan kerugian negara sebesar Rp 7,2 miliar lebih. Demikian klarifikasi dari kami, mohon maaf dan atas perhatian serta kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih," tutup Isnu.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...