DPK Perbankan Lhokseumawe Alami Kontraksi Sebesar 9,98 Persen

Ilustrasi THR. (via: istimewa)

Lhokseumawe, Acehportal.com - Dana Pihak Ketiga (DPK) di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe pada bulan Februari 2020 mengalami kontraksi sebesar 9,98% yaitu dari Rp 13,48 triliun pada Februari 2019 menjadi Rp 12,13 triliun pada Februari 2020.

Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo menyebutkan, secara rinci, tabungan yang memiliki pangsa tertinggi yaitu sebesar 69,92% dari total DPK, tumbuh tipis sebesar 2,73% dari Rp 8,25 triliun menjadi Rp8,48 triliun.

Selanjutnya, Giro memiliki pangsa 15,64% dan mengalami kontraksi sebesar 6,31% yaitu dari Rp 2,02 triliun menjadi Rp1,89 triliun. Sementara Deposito yang memiliki pangsa 14,44% mengalami kontraksi yang cukup dalam sebesar 45,16% yaitu dari Rp 3,19 triliun menjadi Rp 1,75 triliun.

“Secara khusus untuk Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, posisi DPK pada Februari 2020 terkontraksi sebesar 16,47% yaitu dari Rp5,41 triliun menjadi Rp4,52 triliun,” ungkapnya Minggu (19/4/2020).

Dirinya menyebutkan, penurunan kinerja DPK tersebut dipengaruhi oleh adanya peralihan lembaga keuangan konvensional ke syariah di provinsi Aceh, belum cairnya transfer dana dari pemerintah dan perusahaan banyak yang menarik dana dari bank untuk kebutuhan operasional.

Di samping itu, terjadinya situasi pandemi Covid-19 yang menghangat di Aceh sejak awal Maret juga mendorong masyarakat untuk menarik dana untuk persediaan kebutuhan sehari-hari.

“Situasi ini juga membuat penambahan dana masyarakat di bank melambat, karena pendapatan masyarakat dan pengusaha khususnya di sektor perdagangan, hotel dan restoran berkurang akibat pembatasan aktivitas dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan, pangsa DPK perbankan konvensional pada Februari 2020 mencapai 52,8%, sementara pangsa DPK perbankan syariah sebesar 47,2% dari total DPK perbankan di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe.

“Secara khusus untuk bank yang berlokasi Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, pangsa DPK konvensional sebesar 56,1% dan DPK syariah sebesar 43,9% terhadap total DPK di 2 daerah tersebut,” paparnya.

Penulis:CR Mulyadi
Editor:Hafiz
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...