Ini Hasil Pantauan Ombudsman Aceh di Kantor Imigrasi, Samsat dan Satpas SIM

Masyarakat yang menumpuk di Kantor Samsat yang sempat tutup pelayanan selama dua minggu berdasarkan hasil pantauan tim Ombudsman RI Perwakilan Aceh (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh yang merupakan lembaga negara pengawas pelayanan publik tetap melaksanakan pemantauan sebagaimana yang diamanahkan dalam undang-undang.

Hal ini dikatakan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin, Sabtu (18/4/2020) pagi. Ia mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap kerja aparatur terhadap pelayanan dasar yang harus diberikan kepada publik.

"Adapun pelayanan yang dilakukan pemantauan dalam seminggu ini adalah Samsat, Imigrasi dan bagian SIM," kata Taqwaddin didampingi Ilyas Isti dan Muammar selaku Asisten Ombudsman.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim Ombudsman seminggu ini yang dimulai sejak Senin hingga Jumat kemarin, diketahui untuk pelayanan di tiga instansi tersebut berjalan dengan baik.

Namun, terjadi penumpukan masyarakat di Kantor Samsat Batoh dan Samsat Lambaro. Hal itu kemungkinan terjadi karena kantor tersebut pernah tutup selama dua minggu karena pengaruh wabah virus Corona.

Kepala UPTD Wilayah I Samsat Banda Aceh T Hendra Faisal menjelaskan, Samsat sempat menutup pelayanan selama dua minggu karena virus Corona. Namun pembayaran pajak online di Bank Aceh dan Kantor Pos tetap berjalan seperti biasa.

"Iya saat itu kita sempat tutup layanan, tetapi sekarang sudah aktif kembali. Namun jam layanan saja yang berbeda yaitu jam 8.30 sampai dengan jam 12.30," kata Hendra didampingi Kepala Tata Usaha, Muhammad Akli dan Kasie Pendataan dan Penetapan, Cut Nurlina kepada tim Ombudsman.

"Selanjutnya, untuk saat ini kami membatasi jumlah Wajib Pajak (WP). Saat normal dulu perharinya mencapai 800 orang, namun sekarang kami batasi sekitar 100 orang saja. Hal itu karena jam layanan berbeda dengan waktu normal," tambah Hendra.

Sementara, pihak Imigrasi Kelas I Banda Aceh menjelaskan kepada tim Ombudsman, saat ini layanan pembuatan paspor ditutup. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus selama pandemi Covid-19 ini.

"Sementara waktu pelayanan paspor untuk umum tidak dibuka, kecuali untuk hal mendesak seperti kepentingan negara atau rujukan orang sakit ke luar negeri yang mendesak. Perlu kami sampaikan, petugas piket dan informasi tetap bekerja seperti biasa dan pengawasan terhadap WNA tetap dilakukan, khususnya pada kedatangan domestik," sebut Kepala TPI Imigrasi Kelas I Banda Aceh, Anas didampingi Kepala Tata Usaha, Muhammad Hatta.

Lalu, pihak Satpas SIM Polresta Banda Aceh yang dimintai keterangan oleh tim Ombudsman menjelaskan, pelayanan di tempat itu saat ini masih berjalan seperti biasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan selama wabah virus Corona.

"Pelayanan berjalan seperti biasa dengan mengedepankan protokol kesehatan, sempat tutup selama satu minggu yaitu untuk persiapan penanganan Covid-19," kata Kasubnit I Bidang Regident, Bripka Jefry.

"Bagi masyarakat yang SIM-nya mati pada minggu penutupan layanan, maka diberikan dispensasi seperti perpanjangan biasa, bukan pembuatan SIM baru. Jam layanan selama ini mulai jam 9 sampai dengan jam 1 siang," tambah Jefry.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh berharap agar layanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan dengan baik meskipun dengan pembatasan waktu ataupun jumlah layanan.

"Kami berharap agar pelayanan publik tetap berjalan, dan kita memaklumi dengan pembatasan waktu layanan ataupun jumlah masyarakat yang dilayani," kata Taqwaddin.

"Oleh karena itu, Ombudsman tetap akan melakukan pemantauan ataupun Sidak ke instansi layanan sesuai dengan protokol kesehatan guna mencegah teejadinya maladministrasi," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...