Cabuli Tetangganya yang Masih di Bawah Umur, Pria di Nagan Raya Ditangkap

Pelaku saat diinterogasi polisi (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Seorang pria di Nagan Raya terpaksa berurusan dengan polisi atas perbuatan bejatnya yang mencabuli anak di bawah umur.

Adalah AW (35), warga Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya yang ditangkap Sat Reskrim Polres Nagan Raya, Jumat (17/4/2020) tadi malam di kawasan Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, penangkapan terhadap AW dilakukan setelah pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Nagan Raya.

"Korban berinisial RM (10) yang mengalami luka baik fisik maupun mental akibat perbuatan pelaku, pelaku saat ini masih ditahan di Mapolres Nagan Raya untuk diproses hukum lanjut," ujar Direktur, Sabtu (18/4/2020).

Sementara itu, Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno melalui Kasat Reskrim, AKP Fadhilah Aditya Pratama yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, diketahui antara pelaku dan korban adalah tetangga.

"Kasus ini awalnya diketahui saat keluarga membawa korban ke puskesmas untuk berobat karena korban mengeluh sakit," kata Kasat.

Di puskesmas, bidan setempat memberitahukan bahwa korban mengalami infeksi di bagian alat vitalnya yang diduga akibat terkena benda tajam, seperti kuku jari misalnya.

"Setelah diketahui lalu korban mengaku yang berbuat adalah AW, keluarga melapor dan kita tindaklanjuti dengan adanya bukti visum atau keterangan dari pihak medis," ungkap pria yang sebelumnya bertugas di Dit Reskrimsus Polda Aceh ini.

Dari pengakuan pelaku, dirinya hanya berbuat cabul dan tak sampai menodai korban dengan cara yang lebih. Hal ini diakui meski sebelumnya sempat berdalih saat diperiksa.

Atas perbuatannya, AW dijerat Pasal Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku masih diamankan dan diproses lanjut dan terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," jelasnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...