Rp 677,93 Miliar Uang Keluar dari Lhokseumawe

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia cabang Lhokseumawe Yukon Afrinaldo. (Mulyadi/Acehportal)

Lhokseumawe, Acehportal.com - Sepanjang bulan Maret 2020, terdapat arus uang keluar (Outflow) dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe sebesar Rp 677,93 miliar atau meningkat 313,6 persen dibandingkan bulan Februari 2020 kemarin.

Sementara, arus uang masuk (Inflow) mencapai Rp 36,86 miliar atau menurun -84,8 persen dari Februari 2020. Dengan demikian, pada Maret 2020 KPw BI Lhokseumawe mengalami net-outflow sebesar Rp 641,13 miliar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cabang Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo, Jumat (17/4/2020) mengatakan, nilai outflow di Kas Titipan Bank Indonesia di Takengon yang mencapai Rp 87,46 miliar dan terdapat Inflow sebesar Rp 0,68 miliar.

"Berdasarkan kondisi tersebut, arus uang kas titipan di Takengon mengalami net-outflow sebesar Rp 86,78 miliar," ujarnya.

Dirinya menyebutkan, kondisi net-outflow pada Maret 2020 di KPwBI Lhokseumawe dan di Kas titipan Takengon masih sejalan dengan siklus tahunan dimana di bulan Maret mulai terjadi peningkatan jumlah penarikan uang dan menurunnya jumlah penyetoran uang perbankan.

“Hal yang perlu dicermati pada Maret 2020 baik di KPwBI Lhokseumawe dan di Kas titipan Takengon yaitu terjadi penurunan jumlah penyetoran dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sambungnya, hal ini diduga terjadi karena melambatnya perputaran uang di masyarakat sebagai dampak dari imbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah serta adanya kebijakan belajar di rumah dan bekerja dari rumah (Working from Home) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, dengan mewabahnya Covid-19 di beberapa negara di dunia, turut mempengaruhi permintaan ekspor kopi yang berimplikasi pada penurunan transaksi jual-beli pada petani kopi di wilayah Takengon dan Bener Meriah yang mempengaruhi transaksi uang tunai di wilayah tersebut.

Ia juga mengatakan, layanan kas pada Minggu periode Maret 2020 lebih banyak untuk penarikan bank yaitu untuk kebutuhan ATM, UPK bagi pedagang dan pembayaran gaji bulanan pegawai negeri di wilker KPw BI Lhokseumawe hingga Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain itu, perbankan juga turut melakukan perubahan jam layanan kepada nasabah dalam rangka mengurangi interaksi sosial dan menghimbau agar nasabah menggunakan layanan non tunai mandiri melalui jaringan ATM, internet banking, mobile banking, SMS banking, hingga fitur cash management system bagi nasabah korporasi.

“Hal ini selaras dengan arahan Pemerintah untuk social distanscing serta untuk melindungi keselamatan dan keamanan nasabah dan petugas bank dari penyebaran Covid-19,” tutup Yukon.

Penulis:CR Mulyadi
Editor:Hafiz
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...