Polisi Diminta Selidiki Dugaan Raibnya Rokok Ilegal Tangkapan Bea Cukai

Kapal bermuatan rokok ilegal yang diamankan petugas Bea Cukai (Ist)

Langsa, Acehportal.com - Forum Pemuda Aceh (FPA) meminta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan atas dugaan raibnya rokok ilegal yang ditangkap oleh pihak Bea Cukai beberapa hari lalu.

"Kita minta polisi agar dapat mengusut dan menyelidiki hasil tangkapan rokok ilegal, jangan sampai ada oknum yang bermain untuk mengambil keuntungan pribadi," ujar Ketua FPA, Sayed Sofyan Alatas, Jumat (18/4/2020).

Pasalnya, kata Sayed, sebanyak 354 dus dari total 1.020 dus rokok ilegal tangkapan Bea Cukai diduga raib tak diketahui dimana rimbanya.

Padahal diketahui, melalui rilis yang disampaikan Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro pada Minggu (12/4/2020) kemarin, Bea Cukai Kanwil Aceh, Bea Cukai Pratama Kuala Langsa dan Kanwil Khusus Kepulauan Riau (Kepri) menggagalkan upaya penyelundupan rokok impor ilegal (tak dilekati pita cukai) yang diduga berasal dari Thailand sebanyak 1.020 kardus di perairan Peureulak, Aceh Timur.

Setelah dilakukan bongkar muat pada Selasa (14/4/2020) kemarin oleh petugas KPPBC Kuala Langsa yang dimulai sekira pukul 16.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB yang kemudian dibawa ke Kantor KPPBC Langsa, rokok ilegal yang awalnya diberitakan berjumlah sebanyak 1.020 dus menyusut menjadi 666 dus, jadi diketahui raib sebanyak 354 dus.

Kasi Kepatuhan Internal KPPBC Tipe Pratama Kuala Langsa, Iwan Kurniawan yang berdalih, jumlah ril dapat diketahui setelah dilakukan pencacahan.

"Jumlah baru bisa diketahui setelah dilakukan pencacahan dan terkait selisih seperti yang tersebar di video dari rekan-rekan wartawan bisa konfirmasi ke pihak Humas Kanwil Aceh, karena proses penindakan dilakukan oleh pihak BC Kanwil Aceh," jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh tanggapan dari pihak Kanwil Bea Cukai Aceh. Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Triyanto pun belum memberikan jawabannya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...