Penjualan Uang Asing di Lhokseumawe Sepi

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia cabang Lhokseumawe Yukon Afrinaldo. (Mulyadi/Acehportal)

Lhokseumawe, Acehportal.com - Penukaran mata uang asing di Kota Lhokseumawe mengalami penurunan, akibat dari pembatasan penerbangan ke negara terdampak Covid-19, seperti Malaysia dan Singapura yang merupakan negara tujuan utama warga Aceh, Kamis (16/4/2020).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia cabang Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo mengatakan, pada Februari 2020 tercatat terjadi transaksi penjualan sebesar Rp385,80 juta atau menurun sebesar -34,9% dibandingkan Januari 2020 dan menurun -3,9% jika dibandingkan Februari 2019.

Kemudian ia mengatakan, sedangkan untuk transaksi pembelian tercatat sebesar Rp515,86 juta atau menurun sebesar -11,3% dibandingkan Januari 2020 namun meningkat 41,5% jika dibandingkan Februari 2019.

“Penurunan transaksi penjualan dan pembelian pada Februari 2020 merupakan dampak dari pembatasan penerbangan ke negara terdampak Covid-19, seperti Malaysia dan Singapura yang merupakan negara tujuan utama warga Aceh,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, selama bulan Februari 2020, Malaysia Ringgit (MYR) masih menjadi valas yang paling banyak ditransaksikan dengan nilai transaksi penjualan sebesar Rp278,65 juta (72,2% dari total) dan transaksi pembelian sebesar Rp422,72 juta (81,9% dari total).

“Berdasarkan informasi yang kami himpun, seluruh KUPVA BB yang terdapat di wilayah KPw BI Lhokseumawe masih tetap beroperasi sepanjang periode Maret 2020 meskipun terdapat penyesuaian dalam pelaksanaan layanan kepada konsumen,” ucapnya.

Selanjutnya ia menyebutkan, saat ini terdapat 8 Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) berizin di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe.

“Dalam rangka memitigasi penyebaran Covid-19, penyesuaian operasional dan layanan yang telah dilakukan oleh KUPVA BB di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe, antara lain penggunaan masker bagi petugas yang melakukan pelayanan, penyediaan hand sanitizer bagi konsumen dan petugas yang melakukan layanan sebelum dan sesudah pelaksanaan transaksi dilakukan, dan pengurangan waktu operasional layanan KUPVA-BB kepada konsumen,” pungkasnya.

Penulis:CR Mulyadi
Editor:Hafiz
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...