Satgas DPR Aceh Rapat Perdana Dengan Tim Gugus Tugas Pemerintah Aceh

Satgas DPR Aceh Rapat Perdana Dengan Tim Gugus Tugas Pemerintah Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Satgas Pengawasan, Pencegahan dan Penanganan Covid-19 DPR Aceh mengadakan Rapat Koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Aceh, pada Selasa 14 April 2019. Rapat tersebut dilaksanakan di Ruang Serbaguna DPR Aceh.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPR Aceh, H. Dahlan Jamaluddin, S.IP dan turut didampingi oleh tiga orang Wakil Ketua masing-masing, H. Dalimi, SE.Ak, Hendra Budian, SH, Safaruddin, S.Sos dan dihadiri oleh 15 orang Anggota Satuan Tugas Covid-19 DPR Aceh, hanya 3 orang yang berhalangan hadir dalam rapat ini.

Dari Tim Pemerintah Aceh dihadiri oleh Sekda, dr. Taqwallah, M.Kes, Kadis Kesehatan, dr. Hanif, Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Sunawardi, M.Si, Kasatpol PP WH Aceh, Drs. Jalaluddin, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda. Aceh, Muhammad Iswanto, S.STP, Asisten I Sekda, M. Jakfar, Kadishub Aceh, Junaidi, S.T, M.T, dan P2P Dinkes Aceh, Imam Murahman. Sedangkan dari Sekretariat DPR Aceh turut hadir Sekretatis DPR Aceh, Suhaimi, SH, MH serta turut didampingi oleh Para Kabag dan Kasubbag Set. DPR Aceh.

Dimana tugas Sekretariat DPR Aceh selain memfasilitasi administrasi rapat juga mengontrol penerapan protokol kesehatan physical distancing dan penggunaan masker serta hand sanitizer bagi peserta rapat.

Dalam rapat tersebut, Ketua DPR Aceh menegaskan bahwa rapat pada hari ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang sudah dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh dalam penanganan Covid-19. DPR Aceh mengapresiasi terhadap langkah-langkah yang sudah dilakukan Pemerintah Aceh dan nanti akan berdialog dengan Satgas Penanganan Covid-19. “Selanjutnya penyiapkan insfrastruktur di BLUD RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sudah sangat memadai”, tegas Dahlan Jamaluddin.

“Rapat Forkopimda Aceh pada kesempatan pertama di Ruang Tengah Pendopo Gubernur Aceh diharapkan agar dapat memberikan keamanan dan kenayamanan terhadap Publik. Selanjutnya terkait dengan gugus tugas tenaga Medis harus diperjelas lagi secara terkoordinasi, seperti berapa tim medis kita yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini, sehingga bisa kita sampaikan bahwa Pemerintah Aceh sudah sangat siap dalam penanganan Covid-19’’, tegas Dahlan Jamaluddin.

Ketua DPR Aceh menegaskan terkait dengan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari pandemic Covid-19 ini harus dipikirkan mekanisme dan skema oleh Pemerintah Aceh dalam pemberian paket kepada 61.000 lebih kepala keluarga. Selanjutnya menegaskan sesuai rapat dengan Forkopimda harus ada posko kesehatan di Pelabuhan, Bandara dan perbatasan-perbatasan pintu masuk dan keluar Aceh.

Senada dengan Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos selaku Wakil Ketua DPR Aceh juga mengapresiasi penaganan Pemerintah Aceh dalam penanganan Covid-19, menurut laporan PDP dan ODP sudah semakin berkurang. Namun Pemerintah Aceh harus berkoordinasi dengan pihak imigrasi terhadap data orang yang baru datang dari Luar Negeri seperti Malaysia. Selanjutnya kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan skema kebutuhan dasar masyarakat harus sudah memadai dan skema nya diatur dengan baik.

Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes yang hadir mewakili Pemerintah Aceh menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh mempunyai laporan lengkap dan buku panduan dalam penanganan Covid-19, (Tim Pemerintah Aceh memutar video-red). Pemerintah Aceh mengalokasian anggaran refocusing kegiatan dan relokasi anggaran sebesar Rp. 1 Triliun lebih. Kemudian pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Aceh sudah 5 kali berubah karena harus menyesuaikan dengan arahan Pemerintah Pusat. ‘’Semua SKPA sedang menangani Covid-19, sehingga Pemerintah Aceh tidak memisahkan antara Tim Gugus Tugas dengan SKPA dalam penanganan Covid-19 namun menyesuaikan dengan kondisi daerah dan struktur tupoksi SKPA’’, Tegas Taqwallah. (**)

Penulis:Redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...