Bea Cukai Aceh dan Kepri Kembali Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal Senilai Rp 10,3 Miliar Lebih

Kapal bermuatan rokok ilegal yang diamankan petugas Bea Cukai (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Di tengah merebaknya virus Corona (Covid-19) di Indonesia, Bea Cukai terus berupaya bersinergi untuk menggempur peredaran rokok ilegal.

Sinergi gempur rokok ilegal ini diwujudkan Bea Cukai Kanwil Aceh, Kuala Langsa dan Kanwil Kepulauan Riau (Kepri) yang kembali menggagalkan upaya penyelundupan rokok impor ilegal (tak dilekati pita cukai) yang diduga asal Thailand, Minggu (12/4/2020) kemarin di perairan Peureulak, Aceh Timur.

Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, rokok yang hendak diselundupkan bermerek Luffman yang diiemas dalam 1.020 kardus yang setiap kardusnya berisi 50 slop rokok.

"Total nilai rokok tersebut diperkirakan mencapai Rp 10,3 miliar lebih dengan potensi kerugian negara dari sektor perpajakan mencapai Rp 11,3 miliar lebih," ujarnya Selasa (14/4/2020).

Isnu mengungkapkan, keberhasilan penggagalan penyelundupan ini berkat informasi dari intelijen dari Bea Cukai Kanwil Aceh yang disampaikan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Kapal Patroli Bea Cukai BC 60001 pada Ahad (12/04) pagi lalu.

Tim Bea Cukai Kanwil Aceh menginformasikan dengan menyebutkan ciri-ciri kapal target bahwa ada kapal kayu yang dicurigai membawa muatan barang ilegal.

"Atas informasi ini, Tim Satgas Kapal Patroli BC 60001 yang sedang melakukan Operasi Terpadu Jaring Sriwijaya di pesisir pantai timur Aceh menindaklanjutinya dengan melakukan pencarian kapal target dimaksud," kata Isnu.

Pemantauan, koordinasi dan perkembangan informasi terkini tentang pergerakan kapal target terus dilakukan oleh Tim Bea Cukai Kanwil Aceh dan Tim Bea Cukai Kanwil Khusus Kepri.

Hingga akhirnya Minggu sore lalu Tim Satgas Kapal Patroli BC 60001 menjumpai kapal target pada posisi 55 Mil timur laut Peureulak, Aceh Timur.

"Setelah didekati, kapal target dengan nama lambung KM Milenium GT 25 berbendera Indonesia ini tidak bergerak, posisi miring ke kiri dan tidak ada seorang pun berada di atas kapal," jelasnya.

"Sea rider yang merupakan kelengkapan Kapal Patroli BC 60001 kemudian diturunkan beserta 6 anggota Tim Satgasnya untuk melihat kondisi KM Milenium dan sekitarnya," sambung Kabid Humas.

Selanjutnya, anggota Tim Satgas ini menaiki kapal kayu tersebut untuk melakukan pemeriksaan kepabeanan. Dari hasil pemeriksaan, nakhoda, anak buah kapal (ABK) maupun dokumen terkait kepabeanan tidak ditemukan.

"Hasil pemeriksaan fisik di atas kapal ditemukan rokok ilegal sebanyak 1.020 karton yang diduga berasal dari Thailand," katanya.

Dalam waktu yang bersamaan, Tim Satgas BC 60001 dengan menggunakan sea rider juga melakukan pencarian terhadap nakhoda dan ABK kapal kayu tersebut. Namun sekitar satu jam pencarian, nakhoda dan ABK tidak ditemukan di sekitar lokasi.

"Dengan pertimbangan keselamatan muatan KM Milenium yang sudah miring ke kiri akibat kelebihan muatan maka sebagian muatannya dipindahkan ke Kapal Patroli BC 60001," ungkapnya.

Selanjutnya, KM Milenium dan muatannya ditarik menuju Pelabuhan Kuala Langsa untuk diserahterimakan ke Bea Cukai Kuala Langsa dan Bea Cukai Kanwil Aceh untuk pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut.

Sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor ini diatur dalam Pasal 102 huruf (a) UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Mereka, dapat dijerat dengan hukuman paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun penjara dan denda dengan nilai paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

"Dengan adanya sanksi hukum ini diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/atau membeli, menjual, mengedarkan barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani tembakau, meningkatkan daya saing industri rokok dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor pajak maupun cukai," tegas Isnu.

"Hal ini sejalan dengan fungsi Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari penyelundupan dan perdagangan ilegal, memfasilitasi industri dan perdagangan serta mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai sehingga menjadikan Bea Cukai Makin Baik," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...