Dugaan Penghinaan Terhadap Warga Meulaboh Lewat Video Berakhir Damai

Suasana saat berlangsungnya mediasi antara pemohon dengan pelapor di Aula DPRK Aceh Barat, Senin (13/4/2020).

Meulaboh, Acehportal.com - Pasca Beredarnya video yang diduga mencemarkan nama baik daerah Meulaboh Aceh Barat, yang di unggah melalui media sosial oleh kru "Endatu Project" kini kasus tersebut berlangsung damai setelah dilakukan mediasi antara pihak eksekutif Nagan Raya dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Senin (13/4/2020).

Mediasi tersebut berlangsung di ruang Aula DPRK Aceh Barat yang ikut dihadiri Ketua MAA Nagan Raya, Asisten 1 Bupati, Komisi 1 DPRK Nagan Raya, Kasat Intel Polres Kedua Kabupaten serta Pihak Dewan Setempat, Dan Dua orang pelapor.

"Hari ini kami lakukan mediasi bersama dengan jajaran pimpinan kedua kabupaten, dan telah kami dengar dari pelapor mereka meminta kepada kru "Endato Project" agar meminta maaf kepada media massa atas perbuatan yang dilakukan lewat sebuah video yang diduga telah mencemarkan nama baik daerah dan masyarakat Aceh Barat," kata Wakil Ketua I DPRK Hj, Kamaruddin SE.

Kamaruddin menjelaskan, hasil pembicaraan pihak eksekutif dan legislatif Aceh Barat - Nagan Raya, serta dengan Pelapor, terkait "nyan Meulaboh" itu, pihak mereka (pemohon) miminta kepada pelapor agar permasalahan tersebut diselesaikan secara adat.

Sementara itu pihak dewan setempat, setelah duduk pakat dengan pihak pemohon dari Nagan Raya bersepakat jika permasalahan itu diselesaikan secara hukum adat, mengingat sejumlah kru YouTube "Endato Project" yang terlapor memiliki tali persaudaraan antara Masyarakat Nagan Raya dengan warga Aceh Barat,"Tambahnya.

"Permasalah ini sudah kita selesaikan secara adat istiadat kita Aceh Barat, dan mereka yang terlapor akan dilakukan "pesijuk" dan perdamaian hari dari hasil kesepakatan bersama dari pihak setempat dengan Pemohon Dari Nagan Raya serta pelapor, sudah kita buat satu persetujuan yang Melalui selembar kerta, hal ini dilakukan agar nantinya tidak ada lagi saling lapor melapor antara warga Nagan Raya dengan masyarakat Aceh Barat,"ujarnya.

Adapun dari pihak pelapor juga sekaligus mewakili masyarakat Meulaboh Maulidar mengatakan, secara pribadi dirinya sudah memaafkan, Hingga dilakukan perdamaian secara adat juga disepakati,

"Namun diselesaikan secara adat seperti apa, karena ini menyangkut harga diri kami warga Meulaboh, sepeti kata - kata yang ada dalam video itu "nyan cewek meulaboh leuh boking Hana pajoh" (itu orang Meulaboh siap boking tidak makan), itu salah satu kata -Kata yang menjadi kesal warga Meulaboh, sekaligus mencerminkan hinanya warga Meulaboh," kata Maulidar.

Maulidar menambahkan, isi dalam video tersebut membuat warga Meulaboh sangat tersinggung, dan melecehkan mereka, seperti kata - kata salah satunya, "Nyan Cewek Meulaboh Pakat meuen sep ngen mie saboh bungkoh"( itu cewek Meulaboh ajak main cukup satu mie bungkus).

"Itu membuat emosi kami muncul pak, dan itu pula yang membuat kami laporkan, jika orang tua-tua disini melakukan perdamaian, kami setuju pak, tapi seperti kata Wakil Ketua I Pak Ramli SE Tadi, kalau kami saja tidak bisa mewakili pemuda pemudi Aceh Barat pak. Nanti apa kata netizen diluar sana,"katanya.

Sementara itu lanjutnya, "oke kita damai, namun apa yang harus kami jawab jika nantinya netizen di luar sana menanyakan," kenapa persoalan ini harus damai dan diselesaikan secara adat, apakah sudah ada sogokan, apa sudah lobi- melobi, dan ini yang menjadi kekhawatiran kami pak dewan yang terhormat,"ungkap Maulidar.

Maulidar kembali menyampaikan, jika permasalahan ini diselesaikan secara adat, dirinya yang mewakili warga Meulaboh, setuju, namun, tapi perdamaian ini kami serahkan kepada yang dituakan, karena kami tidak mampu mengambil kesimpulan untuk sebuah perdamaian,"sementara itu, jika tidak dilakukan sangsi yang membuat mereka jera hal serupa juga akan kembali terjadi nantinya, maka kami memohon bagi orang- orang tua disini mohon di pikirkan dulu," pungkasnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...