Hadapi Covid-19, Kadin Aceh Barat Edukasi Pedagang Dipasar Bina Usaha Meulaboh

Keterangan foto : Relawan Covid-19 membagikan brosur kepada pedagang ruko dan grosir di Komplek Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (11/4/2020)

Meulaboh, Acehportal.com - Relawan Covid-19 Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Aceh Barat, mengedukasi para usaha tentang cara berbisnis ditengah pendemi Covid-19.

Adapun Cara tersebut dilakukan, sejumlah anggota relawan mendatangi satu persatu para pedagang yang berada di dalam komplek pasar Bina usaha Meulaboh.

"Ini sebagai upaya antisipasi menyelamatkan usaha pedagang agar tetap berjalan apabila pemerintah terpaksa memberlakukan lockdown," kata Ketua Kadin Aceh Barat Abi Devi melalui relawan Covid-19 Kadin Aceh Barat Safpuriyadi, Sabtu (11/4/2020).

Anggota Kadin sekaligus relawan covid-19 Kadin Aceh Barat, membagikan brosur kepada pedagang ruko dan grosir di lokasi pasar sekaligus menjelaskan bagaimana membangun usaha tetap berjalan di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19).

Safpuriyadi, menyampaikan, tidak ada yang menginginkan lockdown diterapkan jika bangsa Indonesia baik - baik saja, namun apabila kebijakan tersebut terpaksa diberlakukan tentunya akan berimbas kepada pengusaha, pedagang dan konsumen.

"Karena itu bapak/ ibu mulai sekarang harus bersiap, mulailah bagi-bagi nomor handphon kepada pembeli dan terbuka, sehingga kalau pun nanti pasar tutup, tetapi bisnis bapak ibu sekalian bisa tetap berjalan dengan usaha daring," jelasnya lagi.

Dalam brosur yang dibagikan itu mengajarkan alur bisnis daring, yakni pemesanan barang dengan sistem online atau pun menggunakan via handphon, namun salah satu caranya pemilik usaha harus menggunakan tenaga kerja seorang pengantar.

Apalagi di pasar Meulaboh ini, belum ada koneksi jual beli barang menggunakan jasa seperti ojek online seperti kota - kota besar lain di Indonesia, hal ini menjadi suatu trobosan bagi pedagang menyelamatkan usahanya melawan covid-19.

Disaat bersamaan Heri, salah satu pedagang menyampaikan, bahwa kondisi pasar saat ini sudah terpengaruh dengan bencana covid-19, omset menurun dan pembeli pun terkadang sepi karena tidak banyak warga belanja ke pasar karena ada keramaian.

Heri, bercerita, jika tidak ada pelangan tentunya pedagang akan merugi, sementara jika mereka menyaranan warga tetap berbelanja ke pasar, pastinya hal ini menyalahi dari anjuran pemerintah yang meminta warga stayhome menghadapi covid-19.

"Ada warga saat berbelanja tanya, bagaimana kalau pasar tutup, saya tidak bisa jawab dengan solusi. Satu sisi warga diminta tetap di rumah, sementara kami butuh pelangan. Dengan adanya cara seperti Kadin ini mungkin bisa menenangkan warga," jelasnya.

Selama ini Heri, menyampaikan belum mencoba bisnis daring atau menjual bahan baku sembako dan rempah - rempah di tempatnya itu dengan sistem daring, malahan orang yang selama ini bekerja ditempatnya justru berhenti untuk mengurangi aktivitas di luar.

Dengan ada solusi ini, ia mungkin akan mengajak kembali orang yang pernah bekerja di tempatnya sebagai agen penyalur, setiap orang bisa memesan barang dan diantarkan langsung kepada konsumen dengan harga yang tentunya disesuaikan.

Komentar

Loading...