Pemerintah Aceh Mulai Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Corona

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada para wali kota dan bupati (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mulai membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat Aceh yang terdampak karena pandemi Corona (Covid 19) saat ini.

Bantuan ini dirilis Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Sekda Aceh, Taqwallah, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri beserta sejumlah pejabat lainnya di Kantor Dinsos Aceh, Banda Aceh, Kamis (9/4/2020).

Diketahui untuk tahap pertama, bantuan ini akan disalurkan ke wilayah Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat.

Bantuan nantinya diterima secara simbolis oleh wali kota dan bupati di seluruh Aceh yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang terdata sebelumnya yakni sebanyak 61.584 KK dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Paket bantuan itu, masing-masing terdiri dari dua liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, empat kaleng sarden dan satu kardus mi instan senilai Rp 200 ribu serta tambahan beras 10 kilogram.

Sasarannya, mengacu pada program nasional yang diperuntukkan kepada pekerja terdampak Covid 19 seperti buruh, pekerja harian lepas, pedagang kecil dan lainnya.

Bantuan yang dananya berasal dari anggaran biaya tak terduga (BTT) dalam rangka penanganan bencana Aceh ini akan disalurkan oleh tim relawan dalam beberapa tahap, sesuai dengan data jumlah penerima di masing-masing kabupaten/kota di Aceh.

Sebelumnya, Alhudri menjelaskan, Pemerintah Aceh telah selesai melakukan pendataan lapangan yang dilakukan Tim PKH, TKSK dan Tagana. Dari data yang diperoleh, sekitar 60.000 lebih warga masyarakat yang layak dan akan mendapatkan bantuan itu.

"Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial sudah melakukan pendataan lapangan yang dilakukan petugas PKH, TKSK dan Tagana. Saat ini kita sudah persiapkan sebagian bantuan yang akan kita salurkan," jelasnya saat tim Ombudsman RI Perwakilan Aceh berkunjung, Rabu (8/4/2020) kemarin.

"Untuk tahap pertama kita akan bagi sekitar 10.000 paket sembako untuk wilayah Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar dan Aceh Jaya dan Pidie serta Aceh Barat. Insya Allah besok (hari ini) akan kita mulai distribusikan," katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan Dinsos Aceh kepada tim Ombudsman, penerima bantuan itu tak termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT), melainkan Orang Miskin Baru (OMB) yang terdampak karena wabah Corona.

"Iya untuk bantuan Covid-19 ini kita sasar orang lain selain yang belum mendapatkan bantuan PKH dan BPNT, karena selama musibah virus ini banyak pihak yang terdampak sehingga ada data Orang Miskin Baru (OMB) yang dulunya punya usaha atau pekerja tapi sekarang harus berhenti gara-gara musibah ini. Penentuan hanya OMB yang akan diberikan bantuan adalah sesuai dengan arahan Presiden," sebut Sekretaris Dinsos Aceh, Devi.

Bantuan yang akan diberikan, lanjut Devi, berupa beras, minyak goreng, gula pasir, sarden dan mi instan. "Selanjutnya, untuk beras diambil dari Bulog yaitu Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sesuai dengan Permensos Nomor 22 Tahun 2009," sambungnya.

Keterlambatan proses penyaluran bantuan ini karena harga sembako yang tidak stabil. Sehingga, pemerintah harus berpikir ekstra terhadap hal ini agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Sebagaimana diketahui, selama terjadinya wabah Covid-19 harga sembako melonjak tinggi. Hal itu sendiri bisa jadi karena adanya penimbunan atau pun karena permainan oknum tertentu.

Pemerintah juga berharap supaya stok bahan pangan untuk masyarakat tidak terganggu karena adanya permintaan dari pemerintah untuk bantuan ini.

"Kami juga berpikir bagaimana supaya stok pangan untuk masyarakat tidak berpengaruh karena adanya pengadaan oleh pemerintah untuk bantuan. Perlu kami sampaikan kepada masyarakat, proses penyaluran bantuan ini langsung diantar oleh petugas kami ke rumah masing-masing, sehingga tidak ada kerumunan massa ataupun antrian di lapangan," papar Alhudri lagi.

"Pokoknya kita tetap akan menyalurkan bantuan ini, selama ini bukan terlambat kita salurkan, tetapi perlu proses pendataan lapangan dan penyesuaian harga pasar. Kami juga mengajak seluruh pihak nantinya untuk membantu dan memantau proses penyaluran bantuan ini dan kami berterimakasih kepada tim Ombudsman yang telah datang langsung meminta penjelasan kami," ucap Alhudri kepada tim Ombudsman.

Komentar

Loading...