Resort 11 KSDA Aceh Utara Lepaskan Piton Sepanjang 3 Meter ke Habitatnya

Ular piton sepanjang tiga meter dilepaskan ke habitatnya (Ist)

Lhoksukon, Acehportal.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Tim Resort 11 KSDA Aceh Utara Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe melepaskan seekor ular piton (Sana Kembang) ke habitatnya, Senin (06/4/2020).

Hewan melata ini awalnya dievakuasi di kawasan pabrik PT Perta Arun Gas (PAG) Kota Lhokseumawe, Selasa (31/3/2020) yang kemudian sempat dirawat oleh Chairul Sya'ban, seorang Jurnalis Peduli Lingkungan dan Satwa sebagai bentuk edukasi bersifat sementara.

Staf Resort 11 KSDA Aceh Utara, Nurdin menyebutkan, pihaknya mendapati informasi ada seekor ular piton yang berkeliaran dan meminta pihaknya untuk dievakuasi. Lalu, evakuasi itupun dilakukan dengan berjalan aman.

"Jadi, kami langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi ular jenis piton ini. Memang disana kerap sekali didapati ular piton, maka untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan ular ini kita pindahkan," kata Nurdin, Selasa (7/4/2020).

Usai dievakuasi, ular itu pun diserahkan kepada Chairul Sya'ban untuk dirawat dan sebagai bentuk edukasi terhadap masyarakat melalui video singkat.

"Setelah empat hari dirawat dan untuk edukasi, Chairul menyerahkan kembali ular ini dan kemudian sama-sama melepaskannya ke habitat yang jauh dari pemukiman," tukas Nurdin.

Sementara itu, Chairul Sya'ban yang selama ini memang kerap mengikuti isu-isu lingkungan dan konflik satwa mengatakan, ular yang dievakuasi itu telah dirawat dengan baik termasuk pemberian pakan dan edukasi melalui video.

Untuk ukuran ular piton ini sendiri diketahui hanya tiga meter dan bahkan bisa lebih nantinya serta berjenis kelamin betina.

"Edukasi sifatnya sementara. Melalui video saya memberikan pemahaman kepada masyarakat ular ini tidak berbisa tetapi juga berbahaya karena gigitannya bisa membuat kulit robek dan lilitannya bisa menyebabkan kehabisan oksigen," terang Chairul.

Ia juga memberikan pemahaman, jika suatu saat ada masyarakat yang menemukan ular piton setidaknya jangan melakukan penangkapan seorang diri. Karena, lilitan ular ini bisa mematikan dengan otot dan rahang yang sangat kuat.

Selain itu, lanjut dia, semua jenis ular memiliki pendengaran dan penglihatan yang kurang baik.

"Ya memang setelah saya pelajari, semua jenis ular mengalami penglihatan dan pendengaran yang kurang baik. Ular hanya mendeteksi lawannya melalui lidah yang menjulur keluar. Jadi, Alhamdulilah ularnya sudah dilepas ke habitatnya," tukas Chairul.

Untuk pelepasan, kata Nurdin, pihaknya juga melibatkan langsung Chairul Sya'ban.

"Alhamdulilah sudah kami lepaskan ularnya ke habitat yang jauh dari pemukiman, jadi biarkan ular ini untuk menyambung hidupnya di tempat yang lebih aman dan jauh dari pemukiman," tandas Nurdin.

Penulis:Hafiz/Rel
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...