Rusia Kirim Obat ke Indonesia Bantu Tangani COVID-19

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke Pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU yang baru mendarat di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/3/2020). Pemerintah mendatangkan 9 ton peralatan medis dari Shanghai, China untuk mengatasi penyebaran virus corona (covid-19) di Indonesia, yang dibawa menggunakan pesawat Hercules C-310. (Bisnis)

Jakarta, Acehportal.com - Rusia mengirim donasi obat-obatan kepada Indonesia, yang diterima di Jakarta pada Kamis (2/4), untuk membantu menangani kasus COVID-19 akibat infeksi virus corona, demikian dinyatakan Kedutaan Besar Rusia.

Melalui unggahan akun resmi di media sosial Facebook, Kedubes Rusia menyebut pengiriman obat itu adalah hasil interaksi pihaknya dengan berbagai pihak di Indonesia, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri.

"Telah didatangkan ke Jakarta, obat-obatan Cycloferon dan Reamberin untuk pengobatan kompleks para pasien yang tertular COVID-19 serta berada dalam kondisi berat dan sedang," tulis Kedubes Rusia.

Ditambahkan bahwa kedua jenis obat itu merupakan sumbangan dari Polysan Ltd, salah satu perusahaan industri farmasi tersohor di Rusia.

Dikutip dari situs resmi Polysan, Cycloferon adalah obat antivirus universal dengan aktivitas antivirus langsung, perbaikan imun, dan anti-pembengkakan yang bisa berbentuk tablet atau cairan suntik, yang bekerja "memperkuat ketahanan tubuh nonspesifik terhadap virus dan bakteri."

Sementara Reamberin adalah cairan infus dengan kandungan antihipoksia (hipoksia: kekurangan pasokan oksigen dalam jaringan) dan antioksidan yang memperlancar proses pernapasan sel.

Selain diperuntukkan bagi pasien COVID-19, kedua obat tersebut juga bisa diberikan kepada tenaga medis untuk mencegah kemungkinan terinfeksi karena dapat menaikkan sistem kekebalan tubuh.

"Para spesialis Rusia telah menyerahkan skema pengobatan, serta bersedia untuk melaksanakan konferensi video dengan Kemenkes Indonesia dan juga sejumlah rumah sakit terkait untuk penjelasan lebih lanjut," tulis Kedubes Rusia menambahkan.

Komentar

Loading...