Aceh Besar Tutup Sementara Pasar Rakyat

Bupati Aceh Besar Mawardi dalam sebuah acara

Jantho, Acehportal.com - Sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona (Covid-19) di tengah-tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan menutup sementara kegiatan pasar rakyat (harian dan pekan), swalayan dan sejenisnya yang berada dalam wilayah Aceh Besar sejak 1 April 2020 hingga batas waktu ditentukan kemudian.

Hal itu tertuang dalam instruksi Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali yang ditandatanganinya tertanggal 27 Maret 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) bidang Perdagangan di Kabupaten Aceh Besar.

Instruksi Bupati Aceh Besar itu juga ditujukan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Aceh Besar, Kasat Pol PP dan WH Aceh Besar, para camat di jajaran Pemkab Aceh Besar dan pedagang toko, kios, lapak, dan toko modern di Aceh Besar.

"Penutupan pasar tersebut tidak berlaku untuk Pasar Lambaro dan Pasar Keutapang," tegas Mawardi Ali dalam siaran pers yang diterima Senin (30/3/2020).

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar, Muhajir menambahkan, terkait instruksi Bupati Aceh Besar tersebut, Pemkab Aceh Besar bersama OPD terkait nantinya akan menertibkan waktu operasional Pasar Induk Lambaro dan Keutapang dari pukul 06.00 hingga 14.00 WIB dengan mengikuti prosedur protokol yang meliputi imbauan untuk memelihara bersama lokasi berjualan dan kebersihan sarana umum di lingkungan pasar.

"Antara lain meliputi toilet umum, tempat buang sampah, lokasi parkir, lantai/selokan pasar dan tempat makan," katanya.

Kemudian, membersihkan lantai dengan disinfektan secara rutin dan membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kesehatan dan kebersihan pedagang serta pembeli.

Pada bagian lain, dimintakan kepada Kasat Pol PP dan WH Aceh Besar dengan mengikutsertakan instansi terkait melakukan pengawasan dan penindakan pedagang yang tidak mengikuti instruksi Bupati Aceh Besar tersebut.

Selanjutnya kepada OPD terkait, diharapkan dapat melaporkan secara intens setiap hari kepada Bupati Aceh Besar melalui Gugus Tugas Pencegahan Covid-19.

Pekan lalu, Pemkab Aceh Besar sudah menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia meminta penutupan Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar.

Permintaan untuk penutupan sementara waktu bandara itu diajukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. Surat itu dilayangkan Bupati Aceh Besar pada Jumat (27/3/2020).

Dalam surat itu disebutkan, alasan permintaan penutupan sementara bandara karena virus COVID-19 sudah menjangkiti warga Aceh.

"Harapan kami, penutupan untuk sementara waktu Bandara SIM untuk penerbangan komersil merupakan salah satu solusi yang tepat agar penyebaran COVID-19 tidak semakin meluas ke daerah Aceh," demikian salah satu poin surat tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyebaran Covid-19 yang sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Wabah di Indonesia sejak 28 Januari hingga 29 Mei 2020 dan menindaklanjuti Instuksi Gubernur Aceh Nomor 5/INSTR/2020 tanggal 27 Maret 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 Bidang Pariwisata, Perdagangan dan Olahraga di Aceh.

Penulis:Hafiz
Rubrik:EkonomiUmum

Komentar

Loading...