Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Anak Bacok Ayahnya Sendiri hingga Meninggal

Ilustrasi (edi/detikcom)

Banda Aceh, Acehportal.com - Di Aceh Tamiang, seorang anak yang diketahui mengalami gangguan jiwa membacok ayahnya sendiri hingga meninggal dunia, Kamis (26/3/2020) tadi malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ini terjadi di rumah korban sendiri yang berada dalam Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, peristiwa ini diketahui polisi setelah istri korban yakni Sunarti alias Narti (58) bersama warga setempat membuat laporan ke polisi.

"Korban bernama Rusli Yusuf (64), sementara pelaku adalah anaknya sendiri yakni AS (31)," ujar Direktur Jumat (27/2/2020).

Peristiwa itu berawal dari adu mulut AS dengan ayahnya Rusli yang belum diketahui apa permasalahannya. Korban yang saat itu berada di dapur tiba-tiba berteriak kepada istrinya.

"Istri korban lalu datang untuk melihat, saat dibuka pintu dapur pelaku mengayunkan parang ke istri korban sehingga istri korban dengan cepat menutup pintu dapur dan menguncinya," katanya.

Mengetahui keributan besar ini, Sunarti pun langsung meminta tolong ke tetangga. Salah seorang tetangga korban bernama Sakai pun datang dan menyenterkan bagian dapur rumah korban.

Disitulah, korban Rusli terlihat sudah meninggal dunia dalam keadaan telungkup dan mengalami luka bacokan di bagian kepala.

"Pelaku saat itu sudah kabur ke arah belakang rumah dengan membawa parang yang digunakan untuk membacok korban," kata mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Kejadian ini dilaporkan ke perangkat gampong dan polisi. Personel Polsek Karang Baru dan Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Aceh Tamiang.

"Jumat dinihari, pelaku ditangkap di kawasan Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Saat diperiksa dan diajak bicara, pelaku tidak bisa berbicara dengan jelas dan keterangannya melantur," jelas Direktur.

Diketahui, AS mengalami gangguan jiwa dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh selama enam bulan. Hal ini dibenarkan keluarga serta aparat gampong setempat.

"Namun tetap diperiksa lagi kejiwaannya untuk membuktikan, saat ini pelaku diamankan dan barang bukti parang masih dalam pencarian, dipersangkakan Pasal 351 Ayat 3 KUHP," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...