Gelar Rapat, DPRA Sikapi dan Ambil Kebijakan Pencegahan Penyebaran Virus Corona di Aceh

Rapat yang diselenggarakan DPRA menyikapi dan mengambil kebijakan terhadap pencegahan penyebaran virus Corona

Banda Aceh, Acehportal.com - Untuk menyikapi dan mengambil kebijakan terhadap pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Aceh, DPR Aceh menggelar Rapat Badan Musyawarah di Ruang Rapat Gedung DPRA, Senin (23/3/2020) kemarin.

Rapat yang digelar sejak sore hingga malam hari ini dipimpin langsung Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin yang didampingi Wakil Ketua DPRA, Safaruddin serta dihadiri oleh 14 orang Anggota Badan Musyawarah DPRA.

Seperti kita ketahui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi, dimana hal tersebut mengacu kepada sebaran wabahnya secara global dan hampir ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Pemerintah pusat melalui lembaga negara terkait pun telah mengeluarkan protokol penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Khusus Aceh, Forkopimda Aceh dalam rapatnya yang diselenggarakan 17 Maret 2020 lalu di Ruang Tengah Pendapa Gubernur Aceh juga telah mengeluarkan seruan bersama yang berisi 14 poin.

Disamping itu, Pemerintah Aceh secara tersendiri juga telah mengeluarkan Surat Edaran pertama yaitu Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 440/4820 tanggal 12 Maret 2020 tentang Cegah Virus Corona Melalui Ibadah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 440/4989 tanggal 15 Maret 2020 yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, para pimpinan Perguruan Tinggi se Aceh serta para Pimpinan Dayah/Pesantren se Aceh tentang Proses Belajar di Rumah, serta Surat Plt Gubernur Aceh Nomor 800/5250 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Pemerintah Aceh.

Lembaga DPRA melalui media sosial, baliho, spanduk dan media massa juga telah melakukan sosialisasi dan imbauan secara terus-menerus dan hal demikian dirasa belum cukup karena sebagian warga Aceh belum dapat mengaksesnya.

Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin mengatakan, menyikapi hal ini, dalam kesempatan ini DPRA juga harus mengambil tindakan tegas dan kebijakan cepat untuk menyelamatkan warga Aceh dari terjangkit virus corona atau Covid-19.

"DPRA harus mengawasi Pemerintah Aceh untuk segera menyusun strategi khusus agar pencegahan virus tidak menimbulkan dampak destruktif pada aspek lainnya seperti sosial dan ekonomi, meningkatkan pencegahan dan kontrol infeksi serta pencegahan penyebaran lanjutan kepada petugas kesehatan, pengunjung dan pasien lainnya," ujarnya Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, Rapat Badan Musyawarah tersebut diadakan karena suatu hal yang sangat mendesak walaupun diketahui dalam suasana wabah Covid-19 ini sesuatu rapat yang mengundang banyak orang harus diminimalisir.

"Akan tetapi saat itu Sekretariat DPRA telah mempersiapkan langkah pencegahannya melalui prosedur klinis yang telah dipersiapkan, seperti peserta Rapat Badan Musyarawah baik pimpinan, anggota maupun ASN wajib memakai masker dan duduk berjarak minimal satu meter," jelasnya.

"Kebijakan ini pun nantinya akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRA, sehingga dapat diketahui oleh khalayak ramai sebagai kebijakan resmi DPRA dan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Aceh," tambah Dahlan.

Dalam rapat itu. , DPRA telah mengambil kebijakan resmi dengan berbagai ketetapan sebagai berikut:

1. Terhadap pencegahan wabah Covid-19, DPRA menetapkan beberapa hal sebagai berikut:

a. DPRA meminta Pemerintah Aceh untuk melakukan pengawasan secara ketat pada wilayah perbatasan seluruh Aceh dan juga mengawasi bandar udara, terminal dan pelabuhan laut dengan melibatkan semua unsur baik pemerintah, TNI/Polri dan ormas-ormas kesejahteraan sosial dan kesehatan.

b. Pemerintah Aceh untuk melakukan koordinasi dan pendataan dengan kantor imigrasi terhadap orang yang masuk dan keluar Aceh dalam dua bulan terakhir.

c. Meminta Pemerintah Aceh menyediakan posko pemeriksaan kesehatan di setiap pintu keluar masuk Aceh dan tempat isolasi sementara terhadap orang yang terindikasi terinfeksi Covid-19.

d. Meminta Pemerintah Aceh untuk memastikan setiap rumah sakit di daerah memiliki ruang isolasi dan karantina.

2. Terhadap penanganan medis wabah Covid-19, DPRA menetapkan beberapa hal sebagai berikut:

a. DPRA meminta Pemeritah Aceh untuk membentuk Satuan Tugas Penanganan Medis di rumah sakit rujukan dan seluruh rumah sakit kabupaten/kota sampai dengan pusat kesehatan masyarakat.

b. DPRA meminta kepada Pemerintah Aceh untuk memastikan ketersedian peralatan dan perlengkapan kesehatan dalam rangka penanganan Covid-19, baik kepada tenaga medis maupun kepada masyarakat.

c. DPRA meminta Pemerintah Aceh untuk segera membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan melibatkan semua stakeholder.

3. DPR Aceh akan segera membentuk Satuan Tugas Pengawasan, pencegahan dan penanganan Covid-19.

4. Dalam rangka memastikan anggaran penanganan Covid-19, DPRA meminta Pemerintah Aceh untuk memakai belanja tak terduga dengan mengedepankan prinsip tepat guna, efektif dan efisien serta akuntabel dan meminta Pemerintah Aceh segera mengajukan RAPBA-P Tahun 2020 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

5. DPRA meminta Pemerintah Aceh untuk melakukan pembatasan sosial di seluruh Aceh serta melakukan sosialisasi secara masif sampai ke pelosok-pelosok sebagai upaya memutus wabah Covid-19 dengan mencegah interaksi sosial skala besar.

6. DPRA meminta Pemeritah Aceh untuk melakukan persiapan apabila situasi mengharuskan untuk mengumumkan Lockdown dengan segera menyusun skema dan mekanisme pelaksanaannya, termasuk penanganan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bentuk dari pencegahan dan penanganan Covid-19.

7. DPRA meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera melakukan pengecekan terhadap ketersediaan pangan di depo-depo logistik, distributor dan agen, serta segera melaksanakan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.

8. DPRA meminta Pemerintah Aceh untuk memberikan insentif tambahan dan perhatian khusus terhadap tenaga medis sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19,

baik dari aspek sarana prasarana, anggaran dan hal lainnya yang dipandang penting dalam proses penanganan Covid-19.

Penulis:Hafiz/Rol
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...