Gagalkan Penyelundupan

Bea Cukai Amankan 12 Kilogram Sabu asal Malaysia di Seunuddon Aceh Utara yang Dikubur dalam Tanah

Dua belas kilogram sabu dalam jeriken yang terkubur dalam tanah diamankan petugas (Ist, for Acehportal.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - Di tengah pandemik Covid 19, Tim Operasi Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba), sinergi antara Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe dan BNN menggagalkan penyelundupan sabu impor jaringan internasional Malaysia-Indonesia, Selasa (24/3/2020) kemarin.

Penyelundupan sabu yang digagalkan sebanyak 12 kilogram, dimana pagi kemarin sekitar pukul 06.30 WIB, tim menyergap pelaku bernama Syahril (28) di rumahnya di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, di sekitar rumah pelaku, tim menemukan barang bukti sabu 12 bungkus yang dimasukkan dalam sebuah jeriken biru yang ditanam dalam tanah.

"Dari keterangan pelaku ini, tim selanjutnya melakukan pengembangan kasus. Tidak berselang lama, tim mengamankan Mahyiddin (33) Selasa siang yang diduga sebagai pengendali pengiriman barang yang juga warga Seunuddon," ujarnya Rabu (25/3/2020).

Penangkapan ini dilakukan dari informasi yang didapat oleh Tim Operasi Bersinar Jumat (20/3/2020) bahwa akan ada pengiriman sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur perairan Aceh yakni wilayah Seunuddon, Aceh Utara.

"Selanjutnya ditindaklanjuti dengan membagi tim menjadi dua yakni Tim Laut dan Tim Darat, tim Laut menindaklanjuti dengan melakukan patroli laut pada Minggu (22/3/2020) dengan menggunakan dua kapal patroli yakni BC 30004 kapal milik Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan BC 15021 kapal milik Bea Cukai Kanwil Aceh," ungkapnya.

Kedua kapal tersebut, lanjut Isnu, melakukan patroli di seputaran lokasi yang diduga akan dilalui oleh kapal target. Namun, diduga kapal tersebut melewati jalur lain dan telah sandar di pelabuhan tertentu.

"Tim Darat langsung bergerak menuju pesisir pantai sekitar Seunuddon. Namun tim tidak menemukan kapal target dan diduga telah bongkar muatan. Tim mengumpulkan informasi dari berbagai sumber hingga akhirnya dapat menyergap barang bukti narkotika di rumah pelaku di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara kemarin," jelasnya.

Atas penindakan sabu dengan taksiran nilai sebesar Rp 18 miliar ini, tim gabungan Bea Cukai Kanwil Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe dan BNN setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 24 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

"Sedangkan perbuatan para tersangka, dapat diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tambah Isnu.

Sebelumnya, sinergi antara Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Kuala Langsa dan BNN juga telah mengamankan sabu asal Malaysia seberat 18,87 kilogram di Idi Rayeuk, Aceh Timur pada 13 Februari 2020 lalu.

Penindakan secara kontinyu dan masif yang dilakukan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya, merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika.

"Bea Cukai berharap agar masyarakat dapat turut berperan aktif dalam menginformasikan kepada pihak yang berwenang jika menemukan kegiatan mencurigakan khususnya terkait peredaran gelap narkotika," tutup Isnu Irwantoro.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...