Sejumlah Napi Lapas Lambaro Gagal Kabur Karena Diketahui Petugas

Lapas Lambaro rusuh

Banda Aceh, Acehportal.com - Sejumlah narapidana di Lapas Klas II A Banda Aceh yang berada di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar dikabarkan hendak kabur, Jumat (20/3/2020) subuh tadi.

Namun, aksi para napi ini gagal karena terlebih dahulu diketahui oleh petugas lapas setempat.

Informasi dari Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, upaya kaburnya napi ini diketahui setelah Kepala Lapas Klas II A Banda Aceh yakni Jumaidi melaporkan ke polisi tentang adanya pembobolan kamar tahanan nomor 22 di lapas itu.

"Kejadian sekitar pukul 04.30 WIB tadi, keterangan dari salah satu sipir Lapas ada rencana kabur napi dari lapas," ujarnya melalui telepon seluler.

Sipir yang mengetahui hal ini kemudian melakukan patroli di seputar lapas, khususnya di kamar nomor 22 dan melihat dinding kamar yang sudah dibobol.

Saat dicek, petugas menemukan sejumlah alat seperti sepotong besi berukuran 30 sentimeter, martil (palu), gunting serta sehelai kain sarung panjang. Diduga, sejumlah alat ini digunakan para napi untuk membobol dinding kamar.

"Petugas lapas kembali mengecek kamar dan diketahui napi penghuni kamar lengkap dengan jumlah 11 orang, Kalapas menghubungi kepolisian untuk meminta bantuan pengamanan dan pengawasan di sekitar lapas," jelasnya.

Para napi itu terindikasi membatalkan niatnya untuk kabur setelah petugas sipir mengetahui rencananya. Apalagi, di lingkungan lapas telah tiba sejumlah personel Polri yang melakukan pengamanan dan pengawasan.

"Sehingga rencana yang disusun para napi gagal dilakukan karena telah diketahui pihak lapas dan kepolisian," kata Direktur.

Diketahui, ada sebelas narapidana yang menghuni kamar tahanan nomor 22 di lapas setempat. Mereka adalah:

1. Muhammad Ryki, napi pindahan dari Blangkejeren (hukuman 14 tahun)
2. Tarmizi (hukuman 5 tahun)
3. Amri (hukuman 9 tahun)
4. Mukhtar (hukuman 9 tahun)
5. Safwadi (hukuman 11 tahun)
6. Jamaluddin (hukuman 12 tahun)
7. Hambali (hukuman 13 tahun 6 bulan yang merupakan kepala rombongan).
8. Irwandi (belum diketahui masa tahanan)
9. Mahmuddin (hukuman 16 tahun)
10. Muksalmina (hukuman 8 tahun 6 bulan)
11. Rizki Ramadhan (hukuman 8 tahun)

Saat ini, diketahui jumlah napi yang menghuni lapas tersebut masih lengkap dengan jumlah 732 orang dibawah pengawasan sipir lapas setempat dan pihak kepolisian.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq yang dikonfirmasi terpisah pun membenarkan hal ini. "Iya betul, tapi coba ke Kapolsek atau Kapolresta ya bang," ujarnya singkat.

Hal yang sama juga dibenarkan Kapolsek Ingin Jaya, Iptu Tri Andi Dharma. "Ya, konfirmasi sama Kalapas," katanya singkat melalui pesan Whatsapp.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan lanjut dari pihak Lapas Klas II A Banda Aceh, khususnya Kalapas setempat.

Penulis: Hafiz
Rubrik: Breaking News

Komentar

Loading...