1.835 Karung Bawang Bombay Ilegal Disita Bea Cukai Aceh

Bea Cukai Aceh berhasil sita bawang bombay ilegal

Banda Aceh, Acehportal.com – Sebanyak 1.835 karung bawang bombay illegal disita oleh Petugas Kanwil Bea Cukai Aceh dan Kuala Langsa di daerah Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Senin (16/03/2020).

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh Isnu Irwantoro mengatakan, Bawang bombay tersebut dimuat di tiga sarana pengangkut darat yang berbeda.

"Diantaranya Cold diesel panjang dengan mengangkut barang illegal sebanyak 1.033 karung, Cold diesel dump mengangkut barang illegal sebanyak 500 karung, dan Mobil pick up L300 mengangkut barang illegal sebanyak 302 karung," ujar Isnu dalam siaran persnya, Kamis (19/03/2020).

Ia menjelaskan, total karung yang disita oleh petugas Bea Cukai sebanyak 1.835 dengan masing-masing karung seberat 10 KG dan total berat barang illegal adalah 18,35 Ton.

"Bawang bombay hasil sitaan Bea Cukai tersebut ditaksir bernilai Rp 367.000 serta taksiran kerugian negara sebesar Rp 55.050.000," sebutnya.

Dikatakanya, Keberhasilan penyitaan bawang bombay illegal ini atas sinergi Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Kuala Langsa, dan Direktorat Pembekalan Angkatan Darat Tepbek 00-44-02.b/Langsa. Bermula atas informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa ada sarana pengangkut darat bermuatan bawang bombay illegal di daerah Rantau.

Atas informasi tersebut, kata Isnu, mobil dengan ciri-ciri yang telah diketahui berhasil ditemukan dan langsung dilakukan pengejaran. Setelah mobil berhasil diberhentikan, petugas memeriksa muatan yang dibawa oleh mobil tersebut dan petugas mendapati mobil tersebut penuh dengan muatan bawang bombay tanpa dilengkapi dokumen pendukung.

Saat diperiksa, jelas Isnu, bawang bombay tersebut merupakan barang yang berasal dari luar daerah pabean dan tidak memiliki dokumen impor. Menurut pengakuan sopir sarana pengangkut yang memuat bawang bombay, barang illegal tersebut akan diselundupkan ke Wilayah Indonesia melalui perairan Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Setelah itu, Petugas langsung mengamankan sopir beserta kernet sarana pengangkut darat yang mengangkut barang illegal tersebut.

Ia menjelaskan, Para tersangka nantinya akan dikenakan sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

“Mereka nantinya akan dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 milyar," pungkasnya.

Penulis:Dedi
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...