Update Covid-19: 172 Positif, 9 Sembuh, dan 7 Orang Meninggal Dunia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pemerintah menyatakan status keadaan tertentu darurat penanggulangan virus corona atau COVID-19 berlaku sampai 29 Mei 2020, sementara jumlah pasien positif COVID-19 tercatat sebanyak 172 kasus hingga Selasa (17/3). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

JAKARTA - Jumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, hingga Selasa (17/3/2020), ada 172 kasus pasien positif Covid-19.

Jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020) sore. "Total ada 172 kasus," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam. "Sehingga, sampai tanggal 15 (Maret 2020) ada 146 kasus," ucapnya.

Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan.

Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus. Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan enam kasus.

"Sehingga, total ada 172 kasus," ucap Achmad Yurianto.

DKI Jakarta paling banyak Yuri mengatakan, dari angka 172 kasus tersebut, ada empat provinsi yang mengalami penambahan kasus Covid-19 cukup banyak.

Daerah tersebut yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau. "Penambahan terbanyak adalah dari Provinsi DKI Jakarta, kemudian dari Jawa Timur, kemudian dari Jawa Tengah, dan juga dari Provinsi Kepulauan Riau," ungkapnya.

Menurut Yuri, peningkatan jumlah kasus positif virus corona di DKI Jakarta salah satunya disebabkan mobilitas penduduk yang cukup tinggi. "Kita memaklumi bahwa pintu gerbang di DKI itu gerbang masuk negara di DKI cukup besar," ujarnya.

"Kemudian, mobilitas penduduknya juga sangat tinggi dan kemungkinan terjadinya kontak dari kasus-kasus positif yang kita dapatkan juga cukup besar," sambungnya.

Yuri menjelaskan, jumlah kasus positif Covid-19 khususnya di DKI Jakarta terbuka melalui penelusuran kontak atau tracing contact.

Tracing contact tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jajaran pemerintah daerah, dibantu dengan aparat kepolisian.

"Kita bersyukur bahwa cukup banyak yang bisa kita dapatkan," ungkapnya. Tujuh orang meninggal dunia Selanjutnya, berdasarkan data pemerintah, kasus pasien yang meninggal setelah terpapar Covid-19 pun bertambah menjadi tujuh orang. "Tujuh (yang meninggal)," ujar Yuri, saat dihubungi, Selasa (17/3/2020) malam.

Di dalamnya termasuk seorang pasien positif corona di RSUP Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, pasien itu meninggal pada Selasa (17/3/2020) pukul 03.48 WIB dini hari.

Sembilan orang sembuh Kendati demikian, saat ini sembilan dari 172 orang positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan ini bertambah satu dari yang sebelumnya sebanyak delapan orang.

"Secara umum, kondisi yang dirawat sudah membaik dan kemudian beberapa pasien yang kemarin sudah kita laporkan di awal sudah ada sembilan orang yang dinyatakan sembuh dan bisa pulang," tutur Yuri.

Menurut Yuri, masih ada beberapa orang lagi yang menunggu pemeriksaan kedua untuk bisa pulang. Apabila pada pemeriksaan kedua pasien tersebut dinyatakan negatif Covid-19, maka bisa segera dipulangkan.

"Tinggal menunggu interval dua hari lagi untuk kita laksanakan pemeriksaan dan apabila negatif juga, maka sudah bisa dipulangkan," lanjut dia. Periksa 2.300 spesimen.

Yuri menegaskan, pemerintah terus melakukan pemeriksaan spesimen terkait kasus Covid-19. Ia mengatakan, sampai saat ini pemerintah sudah memeriksa lebih dari 2.300 spesimen. "Kita sudah mencapai lebih dari 2.300 spesimen dan ini bergerak cepat karena memang dari hari ke hari kita bisa menambah sampai 500 orang untuk dilakukan pemeriksaan karena memang fasilitas laboratoriumnya juga sudah kita tambahkan," ungkapnya.

Yuri menuturkan, laboratorium Universitas Airlangga juga telah mulai memeriksa spesimen virus corona. Ia berharap pekan depan semakin banyak laboratorium yang bisa mulai memeriksa spesimen virus corona.

"Kami berharap bahwa setidak-tidaknya minggu depan pemeriksaan ini sudah bisa dilaksanakan di banyak tempat," tutur dia.

Di Jakarta, pemerintah akan melibatkan laboratorium lembaga Eijkman, laboratorium Universitas Indonesia, dan Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kita berharap Surabaya tidak hanya dari Universitas Airlangga, tetapi juga dari Balai Besar Teknologi Kesehatan lingkungan Surabaya," ucap Yuri.

"Kemudian di Yogya, di Banjar Baru, dan kemudian kita juga akan menyiapkan beberapa Balai Besar yang lainnya untuk pemeriksaan spesimen ini," imbuh dia.

Libatkan rumah sakit swasta Selain itu, Achmad Yurianto mengatakan, sudah ada beberapa rumah sakit swasta yang bersedia untuk membantu pemerintah menangani pasien wabah Covid-19.

"Beberapa rumah sakit swasta juga berpartisipasi di dalam kaitan ini, salah satu di antaranya adalah Rumah Sakit Pertamina Jaya. Ini mendedikasikan seluruh tempat tidurnya untuk kasus Covid-19," kata Yuri dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

"Demikian juga rumah sakit swasta yang lain yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya," sambungnya.

Selain rumah sakit swasta, lanjut Yuri, rumah sakit milik TNI, Polri, dan BUMN juga tetap dikerahkan untuk membantu penanganan pasien Covid-19.

"Terkait dengan permasalahan rumah sakit kemarin sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden bahwa 109 rumah sakit milik TNI, 53 Rumah Sakit Polri, dan 65 Rumah Sakit BUMN sudah siap juga untuk melaksanakan perawatan penderita," ucap Yuri.

Sumber:Kompas.com
Rubrik:News

Komentar

Loading...