Terkait Isu Pengajian KWPSI Dibubarkan Aswaja, Ini Tanggapan Ketua Tastafi Banda Aceh

Pengajian KWPSI

Banda Aceh, Acehportal.com - Dikabarkan, kegiatan pengajian KWPSI dibubarkan oleh sekelompok massa yang mengaku sebagai Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), Selasa (17/3/2020) malam.

Terkait hal ini, Ketua Tastafi Kota Banda Aceh, Tgk Umar Rafsanjani pun berkomentar. Menurutnya, tidak ada pembubaran pengajian yang dimaksud tadi malam. Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan untuk menjatuhkan dirinya.

"Saya sendiri anggota pengurus Bidang Kajian KWPSI, mana mungkin saya bubarkan kalau itu hasil dari keputusan semua pengurus," ujarnya.

Dirinya mengaku tak hadir dalam kegiatan pengajian KWPSI itu dan heran karena dituduh sebagai dalang pembubaran kajian. Ia mengatakan bahwa hal ini adalah fitnah murahan dari oknum yang tak bertanggung jawab.

"Pengakuan jemaah yang hadir tidak ada paksaan kepada yang punya warung seperti yang diberitakan, bisa ditanyakan ke pihak warung. Tadi Kapolsek Syiah Kuala juga telepon saya tanya tentang berita itu karena menurut beliau juga sendiri hadir semalam dan tidak ada pembubaran, beliau juga heran," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa memang ada ketidaksamaan persepsi di dalam internal KWPSI tentang penunjukan pemateri dalam kegiatan itu. Umar bersama beberapa tokoh lain tak setuju, termasuk Ketua Umum KWPSI, Azhari Antara yang tegas meminta agar ditiadakan kajian, apalagi dengan adanya isu virus Corona saat ini.

"Tetapi karena sudah terlanjur diundang dan tanpa sepengetahuan tim di Bidang Kajian KWPSI, sehingga saya pun tarik diri untuk tak terlibat hadir, apalagi setelah ada arahan ketua dan pembina KWPSI saya sudah sangat mengerti," jelasnya.

Umar juga menegaskan, jika pun ada jemaah Aswaja yang datang tadi malam itu adalah di luar tanggung jawabnya pribadi dan ia mengetahui sebagian jemaah itu jemaah tetap pengajian KWPSI yang selalu setia hadir.

"Kesimpulannya, ada sandiwara yang dimainkan oleh musuh Islam yang ingin mencemarkan nama baik KWPSI dan ingin menjatuhkan saya yang sangat anti Wahabi," tegasnya.

Sementara, hal yang sama juga diakui Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi Saputra yang dikonfirmasi terpisah. Ia mengaku bahwa tak ada pembubaran pengajian tersebut.

"Tadi malam memang tidak ada pembubaran pengajian, memang ada info kegiatan tersebut akan dibubarkan, sehingga info tersebut setelah diterima pengelola warung kopi menghubungi penyelenggara dari KWPSI sehingga pengajian ditiadakan sementara waktu," jelasnya.

"Kalau yang namanya pembubaran adalah dimana kegiatan berlangsung dan dihentikan sebelum kegiatan berakhir," tambah mantan Kapolsek Lueng Bata ini.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...