Perampokan Lelaki Terikat Tali di Bawah Jembatan Aceh Timur Diduga Rekayasa

Korban dirawat di rumah sakit usai ditemukan terikat (Ist)

Idi, Acehportal.com - Dikabarkan, perampokan terhadap seorang lelaki yang ditemukan warga dalam keadaan tak sadar dan terikat tali di bawah jembatan di Aceh Timur kemarin adalah perampokan rekayasa alias palsu.

Hal ini diketahui dari Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito yang dikonfirmasi Rabu (18/2/2020) siang. "Rekayasa itu, coba hubungi Aceh Timur," ujar Direktur singkat melalui pesan Whatsapp.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro yang dikonfirmasi terpisah saat ditanya akan hal ini mengarahkan agar mengonfirmasi peristiwa dugaan perampokan itu kepada Kasat Reskrim.

"Silahkan konfirmasi langsung ke Pak Kasat Reskrim Pak, saya masih ada giat (kegiatan), terima kasih," katanya singkat saat membalas pesan Whatsapp.

Namun, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Dwi Arys Purwono yang juga dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait hal ini.

Sementara, Kapolsek Peureulak, AKP M Nawawi yang juga dihubungi secara terpisah mengaku bahwa kasus itu telah ditangani oleh pihak Sat Reskrim Polres Aceh Timur.

"Untuk kasus perampokan kemarin sekarang sudah ditangani Sat Reskrim Pak, silahkan hubungi ke Polres Aceh Timur saja," ungkapnya saat ditelepon.

Diberitakan sebelumnya, warga Gampong Seuneubok Pidie, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur geger dengan penemuan seorang lelaki yang tak sadarkan diri dalam posisi terikat di bawah jembatan kawasan gampong setempat, Selasa (17/3/2020) kemarin.

Diketahui, lelaki yang ditemukan di pinggiran alur Sungai Alue Nireh itu bernama Kahar Muzakar (24), warga Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.

Ia ditemukan anak-anak saat hendak memancing yang akhirnya dievakuasi ke rumah sakit. Informasi yang dihimpun setelah polisi memintai keterangannya, Kahar merupakan korban perampokan.

Dari keterangan Kahar kepada polisi, Minggu (15/3/2020) malam lalu dirinya sedang menunggu angkutan umum di kawasan Simpang Empat, Kecamatan Langsa Kota untuk pulang ke rumahnya.

"Tiba-tiba mobil minibus berhenti dan turun enam lelaki tak dikenal, korban dibekap kain dan dimasukkan paksa ke mobil, dibawa ke arah Banda Aceh," ungkap Kapolsek Peureulak, AKP M Nawawi kemarin.

Di perjalanan, para pelaku memaksa untuk menyerahkan sejumlah barang berharga. Kahar sempat mengatakan tak memiliki barang berharga, namun pelaku langsung memeriksa tas yang dibawa saat itu berisi emas sebanyak 8 mayam dan uang senilai Rp 11 juta milik korban.

"Setelah diambil, korban dipukul di bagian leher hingga tak sadarkan diri dan diikat oleh pelaku serta diturunkan ke bawah jembatan itu hingga akhirnya ditemukan warga," kata Kapolsek dari keterangan korban.

Polisi pun hingga kini masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sementara korban terakhir diketahui masih dirawat di rumah sakit.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...